Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Paralegal dan Magang di Kantor Advokat

Saat berbicara mengenai status dalam pekerjaan yang di tekuni di bidang hukum, terkadang kita pernah mendengar beberapa istilah baru dan diantaranya mungkin tidak kita ketahui secara mendetai apa dan seperti apa itu.

Disini akan sedikit berbagi mengenai status paralegal, magang dan apakah paralegal dapat menjadi Advokat dan beberapa penjelasan lainnya.

Isitilah “Paralegal”, pertama kali tercantum dalam peraturan perundang-undangan yaitu dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Dalam Pasal 9 Undang-Undang Bantuan Hukum antara lain disebutkan bahwa “Pemberi Bantuan Hukum berhak melakukan rekrutmen terhadap pengacara, paralegal, dosen, dan mahasiswa fakultas hukum”. Sementara itu dalam pasal 10 antara lain disebutkan bahwa “Pemberi Bantuan Hukum berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Bantuan Hukum bagi advokat, paralegal, dosen, mahasiswa fakultas hukum.

Meski baru mendapatkan legitimasi formil dengan istilah “Paralegal” setelah disahkannya Undang-Undang Bantuan Hukum, namun didalam sejumlah peraturan perundang-undangan sebelumnya sesungguhnya sudah banyak memberikan legitimasi bagi posisi paralegal, meskipun dengan penyebutan yang berbeda-beda. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah tangga menggunakan istilah “relawan pendamping” untuk menyebut istilah “paralegal”. Sementara itu Undang-Undang No. 3 Tahun 1997 tentang Peradilan Anak menggunakan istilah “pekerja sosial”.

Dari beberapa istilah diatas, mungkin secara umum hanya mencakup mengenai paralegal yang berada pada bantuan hukum, maksudnya Lembagan Bantuan Hukum, karena bagi teman-teman yang mungkin tidak sedang berada di salah satu lembaga tersebut mungkin katakannya berada di Kantor Advokat/ Pengacara Pribadi yang mungkin juga ada para legalnya. Dan mengenai statusnya seperti apa, kalau menurut saya tidak jauh berbeda karena statusnya sama-sama seorang paralegal. Tapi terkadang memang ada beberapa hal yang mungkin berbeda itu tergantung kantor atau pimpinan yang teman-teman ikuti.

Disamping itu semua ada beberapa pandangan yang menyebut paralegal seperti berikut;

Dalam Hukumpedia misalnya, paralegal didefinisikan sebagai orang yang melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan hukum, namun ia tidak mempunyai kualifikasi sebagai praktisi hukum. Bahkan, dalam beberapa literatur disebutkan bahwa paralegal bisa dari sarjana hukum ataupun bukan sarjana hukum. Karena secara umum, tugas paralegal umumnya adalah membantu advokat, di antaranya untuk pekerjaan administratif dan pengarsipan dokumen.

Secara umum kemungkinan disetiap Kantor Hukum atau Kantor Advokat/ Pengacara tidak semua memiliki paralegal. Karena di beberapa kantor Advokat tugas paralega seperti membantu Advokat jadi secara tidak langsung kurang lebih apa yang dikerjakan oleh paralegal terkadang di kerjakan juga oleh Advokat.

Mengenai magang atau pemagangan di kantor advokat, dikenal beberapa jenis pemagangan (magang). Yaitu pemagangan dalam rangka pelatihan kerja dan pemagangan dalam rangka pemenuhan persyaratan menjadi advokat.

Magang dalam konteks pelatihan kerja diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”). Pemagangan menurut Pasal 1 angka 11 UU Ketenagakerjaan adalah:

“bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja/buruh yang lebih berpengalaman, dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.”

Ada beberapa pendapat menyatakan bahwa, jalur pemagangan sebagai pelatihan kerja di kantor advokat pada umumnya dibuka untuk para mahasiswa yang baru lulus dari fakultas hukum. Lamanya masa magang biasanya adalah tiga bulan, tapi bisa berbeda untuk setiap kantor advokat. Kantor advokat membayar upah pekerja magang. Kantor advokat dapat meningkatkan status pekerja magang menjadi asisten advokat berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Status asisten advokat akan meningkat lagi setelah yang bersangkutan diangkat sebagai advokat oleh Organisasi Advokat. 

Sedangkan, magang dalam konteks pemenuhan persyaratan menjadi advokat diatur dalam UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat (“UU Advokat”). Untuk dapat diangkat menjadi advokat, seorang calon advokat harus mengikuti magang di kantor advokat sekurang-kurangnya dua tahun secara terus-menerus di kantor advokat (lihat Pasal 3 ayat [1] huruf g UU Advokat). Pemagangan dalam rangka memenuhi syarat sebagai advokat harus memenuhi sejumlah persyaratan yang diatur baik oleh UU Advokat maupun peraturan organisasi advokat.

Pemagangan dalam konteks pemenuhan syarat sebagai advokat diatur pula dalam Peraturan Peradi No. 2 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat (“Peraturan Peradi 2/2006”). Pasal 7 Peraturan Peradi 2/2006 antara lain menyatakan bahwa calon advokat magang dilarang memberikan jasa hukum secara langsung kepada klien, tetapi semata-mata membantu Advokat Pendamping dalam memberikan jasa hukum. Bedanya dengan magang dalam konteks pelatihan kerja, magang untuk menjadi advokat tidak berarti calon advokat harus menjadi karyawan pada kantor advokat tempat ia melakukan magang. 

Jadi, dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa perbedaan utama atau mendasar antara paralegal dengan calon advokat magang antara lain;

Perbedaan Paralegal dan Magang

Dasar Hukum

Paralegal, Eksistensinya belum diatur dalam Undang-Undang.

Magang, 

a) Magang dalam konteks pelatihan kerja diatur dalam UU Ketenagakerjaan

b) Magang di kantor advokat dalam konteks pemenuhan syarat sebagai advokat diatur dalam UU Advokat dan peraturan organisasi advokat


Kualifikasi

Paralegal, Tidak ada kualifikasi setandar (bagi seorang paralegal) karena meskipun bukan dari kalangan sarjana hukum dapat menjadi seorang paralegal.

Magang, Berlatar pendidikan Sarjana Hukum.


Syarat sebagai Advokat 

Paralegal, Bukan syarat atau jenjang untuk menjadi Advokat.

Magang, salah satu sayarat atau jenjang untuk menjadi Advokat.


Dari Data perbedaan diatas, bisa kita simpulkan bahwa sebenarnya semua kembali lagi dan tergantung pada kontrak kerja awal yang telah di sepakati, jadi terkadang ada yang bertanya-tanya apakah magan itu digaji atau tidak?

Saya rasa sudah jelas jawabannya, sesuai dengan beberapa penjelasan di atas.

Meski pada umumnya paralegal bukan merupakan sarjana berlatar pendidikan tinggi hukum, namun bisa saja seorang sarjana hukum menjadi paralegal. Paralegal yang telah memenuhi seluruh persyaratan untuk menjadi advokat sesuai UU Advokat, maka yang bersangkutan dapat diangkat menjadi advokat setelah menyelesaikan masa magangnya sesuai dengan aturan UU Advokat.

Dasar Hukum 

1. Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

2. Undang-Undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat

3. Peraturan Peradi No. 2 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Magang untuk Calon Advokat

Sumber:

https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/cl5653/magang-atau-paralegal

Posting Komentar untuk "Perbedaan Paralegal dan Magang di Kantor Advokat"