Memahami tentang Rezeki dan Jodoh serta Kematian yang telah diatur

Berbicara menganai ketiga hal diatas sesuai dengan judul artikel ini yang akan kita bahas bersama-sama. 

Sebenarnya dari ketiganya tergantung dari kepercayaan masing-masing, saya tidak akan menyinggung dari sudut pandang keyakinan karena disini saya akan lebih mengarah ke ralita yang terjadi di zaman ini, mungkin dari beberapa orang yang meyakini ataupun tidak terkadang ada pula yang hanya mengartikanya sembari pasrah denga takdir yang telah di atur atau diberikan kepadanya.

Yang saya maksud dengan realita adalah samhalnya seperti kita ikut arus karena seolah sesuatu takdir itu tidak bisa di ubah karena kebanyakan orang mungkin beraggapan seperti itu. 

Tetapi nyatanya kita tidak bisa hanya pasrah dan menunggu saja karena kalau kita berbicara realita yang menjadi aktor/ pemeran utama dari kehidupan kita adalah kita sendiri dan terkadang manusia lupa akan hal itu. 

Kalau mengenai aturan yang sudah ditentukan seperti takdir terkadang ada beberapa yang masih saja beraggapan bahwa itu sudah tidak bisa di ubah lagi, tapi kembali lagi ke pribadi masing-masing, bahwa perjalanan hidup yang jalani adalah pribadi masing-masing.

Mungkin terkesan mutar-mutar beberapa pembicaraan di atas, sebenarnya itu bertujuan untuk menginggatkan kembali kepada kita semua agar tidak lupa saja.

Kita akan coba membahasnya dari segi keyakinan orang muslim, karena kebetulan saya juga seorang muslim. Dengan sedikit bumbu-bumbu ralita yang terjadi di zaman sekarang ini mungkin tidak akan berjalan mulus apabila kita hanya memahami aturan sepotong saja.

Menurut sumber yang saya dapatkan dan beberapa opini saya pribadi, berikut ini;

1. Pertama, kita bahas mengenai Rezeki yang sudah diatur oleh Allah, sehingga rezeki masing-masing orang tidak ada yang tertukar.tapi kan untuk mendapatkan rezeki tersebut butuh usaha dari kita bukan menunggu datang rezeki dari langit datang dari atas tiba-tiba jatuh bukan seperti itu. sesuai dengan firman Allah SWT “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11)

Menurut saya pribadi, yah mungkin berkaitan lagi dengan realita dan sebenarnya bagaimana cara kita untuk menjemputnya. Maksudnya adalah, secara logika rezeki gak bakalan mungkin langsung muncul entah dari manakan?

Terlebih lagi, yang namanya rezeki, mungkin beberapa orang berfikir itu mengenai materi saja, kalian harus ubah pandangan itu apa bila masih berfikir seperti itu. Karena rezeki itu bermacam-macam bentuknya, saya tidak akan sebutkan karena untuk melatih kalian berfikir dan berusaha untuk mendapatkannya.


2. Kedua, kita lanjutkan mengenai Jodoh, berbica yang satu ini terkadang saya merasa masih belum beruntung mengenai jodoh. Karena saya masih single hingga di umur saya sekarang ini. 

Mungkin yang sering jadi pereda putus asa beberapa masyarakat umum adalah (kalau jodoh tidak bakalan kemana). Nah, disini ada beberapa orang mungkin salah mengartikan secara langsung. 

Karena mirip dengan rezeki tadi, apabila kita tidak mencari atau menjemputnya gak bakalan mungkin datang sendiri. Terlebih lagi dalam realitanya di zaman sekarang ini, hampir beberapa orang terkadang menganggap bahwa jodoh meraka adalah orang yang akan mereka nikahi atau jadi pasangan hidup hingga maut memisahkan. 

Itu tidak sepenuhnya salah, tapi apakah kalian pernah berfikir bahwa realita di zaman sekarang ini yang sudah menikah bertahun-tahun bahkan punya anak belum tentu mereka bisa hidup damai (sakina, mawadah, warahma). 

Menurut saya pribadi, Jodoh itu seperti kita sendiri. Jadi begini, saat kita menemukan orang yang akan kita jadikan pasangan, logikanya kita akan menyatukan 2 pihak yang berbeda pemikiran menjadi 1 dalam rumah tangga, dan maksud dari menyatukan tadi adalah dalam mejalani kehidupan kita akan berbagi dengan pihak satu begitupun sebaliknya. 

Nah, itu yang terkadang sulit dilakukan karena manusia mempunya pemikirian yang berbada-beda. Nah, apabila kita tidak bisa menyatukan pemkiran mungkin kita bisa saling melengkapi saja. Agar keduanya bisa saling singkron.


3. Ketiga, kemudian kita membahas bagian kahir, yaitu kematian ktia yang sudah ditentukan oleh Allah : kapan dan dimana hanya kita tidak mengetahuinya, semoga kita meninggal dalam khusnul khatimah. makanya mulai dari sekarang lakukan perintah Nya dan jauhi segala larangan Nya, serta perbanyalah melakukan sunnah Nya untuk meningkatkan amal ibadah kita. Firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Yunus Ayat 49 (artinya) :

“Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).”

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman ِ (artinya) :

“Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh” Katakanlah, “Ruh itu urusan Tuhan-ku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.” (QS. Al-Israa’ : 85)

Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman ُ(artinya) :

“Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kokoh…” QS. An Nisaa’ : 78 .

Dan firman-Nya lagi (artinya) :

Katakanlah : “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepada mu apa yang telah kamu kerjakan.” QS. Al-Jum’ah : 8 .

Sebenarnya kalau kita mau membahas lebih lanjut mengenai yang terakhir ini, saya pribadi terkadang kurang pantas, walaupun hanya beberapa perspektif atau diskusi bahkan hanya opini semata (terkesan seperti kita mendahului takdir tuhan).

Yah, bagi saya peribadi yang terakhir ini sesuai dengan beberapa firman Allah yang sudah saya tulis di atas. Karena yang terakhir ini kita tidak bisa merapkan beberapa metode-metode di poin 1 dan 2, karena kematian dalah final. 

Logikanya, setelah kita mati, kita sudah tidak bisa mengejar dan mendapatkan lagi poin 1 dan 2 diatas.

Semoga kita selalu di jalan yang lurus dan benar yaitu jalan yang diridhai oleh Allah SWT bukan jalan orang-orang yang dimurkai Nya.

Posting Komentar

© IMAGINATOR ID. All rights reserved. Developed by Jago Desain