Dewasa Secara Emosional antara Pria dan Wanita Itu Seperti Apa?

Berbicara tentang Dewasa, ada dua pengertian. Pertama, dewasa secara usia, dan kedua, dewasa secara mental. Dewasa secara usia itu sifatnya pasti, tetapi dewasa secara mental itu pilihan dan proses. Maksudnya, belum tentu orang yang dewasa secara usia itu  akan secara otomatis membuatnya menjadi orang yang  dewasa secara mental.

Secara usia, seseorang digolongkan dewasa setelah melewati masa remaja, kira-kira akhir usia belasan atau dimulai dari 20 tahun. Kalau memakai ukuran akademik, usia dewasa itu dimulai paska SMA. Ada dewasa junior, yang dimulai dari 20-35 tahun-an, dan ada dewasa senior, 35-50 tahun-an.  Setelah itu, usia seseorang masuk dalam kategori manula.

Lantas, bagaimana dengan dewasa secara mental? Usia memang ikut andil dalam menentukan kedewasaan, tetapi bukan satu-satunya faktor. Justru yang paling menentukan di sini adalah bagaimana proses pembelajaran itu berlangsung di dalam diri seseorang. Pembelajaran di sini maksudnya bagaimana seseorang mengubah dirinya ke arah yang selalu lebih baik, berdasarkan pengetahuan, pengalaman, atau keahliannya.

Dalam literatur psikologi (Gordon Allport: 1961), orang disebut dewasa ketika sudah memiliki ciri-ciri, antara lain:

1. Punya sense of self yang semakin kuat, misalnya bisa mengambil keputusan untuk dirinya tanpa mengandalkan orang lain layaknya anak-anak

2. Dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara sehat / hangat, baik secara khusus atau umum

3. Punya kematangan emosi sehingga mood-nya tidak 100% bergantung pada aksi atau reaksi orang lain / keadaan.

4. Bisa menerima dirinya secara sehat dan seimbang, misalnya sudah mulai tahu kelebihan dan kekurangan sehingga tidak melakukan sesuatu hanya berdasarkan keinginan semata.

5. Bisa membuat pendapat, persepsi, dan bertindak sesuai dengan kenyataan di luar dirinya.

6. Bisa menjalani hidup sesuai dengan hukum kehidupan yang berlaku sehingga harmonis hidupnya 

Pendeknya, kedewasaan mental itu ditandai dengan kemampuan seseorang dalam mengelola konflik atau perbedaan, antara harapan dan kenyataan, antara diri dan orang lain, antara diri dan kehidupan. Anak kecil akan menanggapi perbedaan itu dengan menangis, sedangkan remaja akan menanggapinya dengan marah atau emosi. Orang dewasa akan memilih respon yang paling banyak mengandung kebaikan untuk dirinya dan orang lain.

Pasti kualitas pribadi semacam itu tidak bisa kita raih hanya mengandalkan usia. Bahkan tidak semua orangtua itu dewasa mentalnya. 

Dari beberapa hal diatas mungkin kurang lengkap kalau kita membahasnya cukup sampai disitu bukan, maka dari itu. Berikut ini akan sedikit ada gambaran mengenai pria dewasa dan wanita dewasa yang perlu diketahui.

Pertama, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai pria dewasa itu seperti apa;

1. Mengkomunikasikan segala hal dengan baik

Laki-laki yang sudah dewasa secara psikologis akan membicarakan segala hal dengan cara yang baik dan tanpa emosi. Mengatur emosi memang bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, mungkin hanya orang tertentu saja yang bisa melakukannya. Orang yang sudah dewasa secara emosional akan menjaga ucapan dan tingkah laku karena mereka selalu berpikir ke depan saat mengambil keputusan. 

2. Mampu mengekspresikan perasaannya

Ada sebuah kesalahpahaman di mana banyak yang berpikir kalau laki-laki nggak boleh menangis karena itu menandakan bahwa ia lemah. Padahal, itu menunjukkan bahwa mereka gengsi dan belum dewasa. Sebaliknya, laki-laki yang sudah matang secara emosional justru nggak akan menahan diri untuk menunjukkan perasaan yang sesungguhnya. Dia sadar bahwa menekan perasaan adalah hal yang menyakitkan, maka ia lebih memilih untuk mengutarakan perasaannya. 

3. Teman-temannya juga sudah matang secara emosional

Pernahkah kamu mendengar bahwa jika ingin melihat kepribadian seseorang, maka lihatlah dengan siapa ia berteman? Yup, lingkungan pertemanan memang menjadi salah satu faktor penting untuk membentuk karakter seseorang. Cobalah lihat bagaimana teman-temannya saat ini, apakah mereka sudah matang secara emosional atau justru masih kekanakan? Jadi, kalau kamu nggak yakin dengan pacarmu, maka lihatlah dari lingkungan pertemanannya.  

4. Dia ingin maju dan berkembang

Seorang laki-laki dewasa ingin terus berkembang dan berpikir jauh ke depan. Mereka selalu mempelajari banyak hal, bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi juga pasangannya. Ia ingin menjadi orang yang lebih baik lagi dan berusaha mengajak orang-orang yang ia cintai untuk menjadi lebih baik. Selain itu, mereka juga nggak mau berkutat dalam masalah yang sama berulang kali karena ini artinya mereka nggak belajar dari masa lalu.  

5. Mau mendengarkan

Saat mengalami masalah, terkadang kita hanya ingin didengarkan bukanlah minta dinasihati. Jika kamu berbicara dengan laki-laki yang belum dewasa, mereka justru akan menghakimimu dan mengatakan apa yang harus kamu ubah meskipun kamu nggak meminta saran darinya. Tapi sebaliknya, laki-laki yang sudah matang secara emosional akan tahu bahwa kamu hanya membutuhkan bahu untuk bersandar dan baru mengungkapkan saran ketika kamu memintanya saja. 

6. Menghormati privasi dan batasan

Setiap orang memiliki privasi yang seharusnya nggak boleh dilanggar oleh siapa pun, meski oleh pasangan sekalipun. Meski berpacaran, bukan berarti dia bisa melewati batasanmu, Bela. Laki-laki yang sudah matang secara emosional akan menghormatinya, walaupun mungkin ia sangat ingin tahu segala hal tentangmu. Di sinilah kamu perlu memberikan penjelasan yang baik agar nggak ada kesalahpahaman. 

7. Mau bercerita banyak hal denganmu

Mungkin nggak semua laki-laki mau terbuka tentang segala hal dengan orang lain. Apalagi jika berkaitan dengan rahasia yang selama ini ditutup rapat. Mereka nggak mau dilihat sebagai laki-laki yang lemah jika menceritakan kekurangan yang ada dalam dirinya. Tapi nggak demikian dengan laki-laki yang sudah dewasa. Dia nggak malu untuk menceritakan segala hal yang ia rasakan kepadamu karena dia juga sudah percaya bahwa rahasianya aman bersamamu. 

8. Berani menghadapi risiko

Setiap keputusan tentu memiliki risikonya masing-masing. Laki-laki yang sudah matang dari segi emosional nggak akan lari dari tanggung jawab yang telah ia ambil. Meski ada rasa khawatir, tapi ia tetap bergerak maju dan menghadapi risiko yang terjadi. Berbeda dengan laki-laki yang belum dewasa, mereka justru memilih untuk menghindari risiko yang ada. 

9. Memahami prioritas

Laki-laki yang belum dewasa nggak akan menyadari hal-hal yang mungkin akan terjadi di masa depan. Mereka nggak paham mana yang harus dipikirkan dari sekarang dan mana yang nggak. Berbeda halnya dengan laki-laki yang sudah matang dari segi emosional, di mana mereka justru berpikir jauh ke depan dan sadar mana yang penting untuk didahulukan atau nggak. Mereka juga nggak akan menjalani hubungan tanpa arah dan tujuan yang jelas. 

Kedua, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai wanita dewasa itu seperti apa;

1. Mengakui jika kamu pernah berlaku salah

Beberapa orang punya gengsi dan ego yang tinggi. Karena itu, mereka kurang memahami bahwa apa yang dilakukan bisa jadi merugikan orang lain.

Perempuan yang dewasa secara emosional bisa membaca perasaan orang lain. Mereka mau menurunkan gengsi dan mengakui kesalahan. Mereka juga berani minta maaf apabila pernah berlaku salah.

2. Mau mengenali dan menerima perasaan yang saat itu kamu alami

Ada orang yang merasakan emosi tidak pada tempatnya. Padahal, orang punya kuasa penuh terhadap emosi yang dia alami.

Hidup dalam penyangkalan hanya membuat orang jadi lelah sendiri. Kamu yang dewasa, berani merasakan emosi yang datang dan tahu bagaimana mengelolanya dengan benar. Kamu tak akan menahan perasaan karena gengsi karena tahu itu hanya akan membuatmu kelelahan sendiri.

3. Menyadari bahwa tak ada manusia yang sempurna di dunia ini

Seperti halnya hasil penelitian yang selalu memiliki bias perilaku, setiap manusia juga punya bias dan prasangka. Nggak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Itu adalah kenyataan yang perlu dihadapi.

Kita semua hidup dalam stereotip karena ada dalam lingkungan sosial yang saling memengaruhi. Namun, kamu yang dewasa, tahu bagaimana mengambil keputusan dan perilaku tanpa terpengaruh bias dan prasangka yang ada.

4. Berpikir dulu sebelum bereaksi pada emosi yang datang

Berpikir sebelum bertindak merupakan ciri-ciri seseorang sudah dewasa secara emosional. Melalui cara berpikir yang penuh perhatian dan matang, kamu punya jeda untuk berpikir dulu sebelum bereaksi terhadap emosi tertentu yang muncul. Alih-alih bertindak ceroboh, kamu observasi dulu apa yang kamu rasakan sebelum mengambil langkah tertentu. 

5. Selalu berusaha positif dan punya sikap optimis yang realistis

Sikap positif datang secara alami dari sosok yang sudah dewasa. Ini cara mereka mengharmonisasikan diri dengan orang lain untuk mendapat jalan tengah dari situasi yang sulit. Meskipun sulit, mereka akan selalu berusaha berpikir positif.

Misalnya, seperti ketika kamu punya sikap optimis realistis dan positif saat menjalin hubungan dengan seseorang. Salah satu rahasia menjalin hubungan adalah punya asumsi terbaik untuk pasangannya. Inilah kenapa hubungan bisa awet, menemukan win-win solution, dan bertahan lama.

6. Membalas segala kebencian dengan cinta yang bersifat belas kasih

Ketika kamu dihakimi atau dibenci seseorang, nggak ada salahnya jika kamu membalasnya dengan cinta. Artinya, kamu lebih memilih berbesar hati dan mengetahui penyebab seseorang berlaku seperti itu daripada membalas dengan hal yang sama.

Kamu menerapkan gaya empati dan peduli terhadap orang yang membencimu. Belas kasih adalah salah satu bagian dari pendekatan yang bisa dilakukan orang dengan emosi yang sudah matang. Sebab, kamu juga tahu bahwa setiap hal berkoneksi satu dengan yang lain. Energi yang kamu berikan pada semesta, akan kembali padamu dengan bentuk yang sama. 

7. Tahu batas dan bagaimana hidup sehat

Menjadi dewasa secara emosi, juga tentang menerima dirimu secara utuh. Sebab satu kali kamu punya prinsip, kamu akan melakukan itu sepanjang hidup. Punya batas itu penting untuk membentuk karakter dan dirimu. Dengan demikian, kamu lebih resisten terhadap segala omong kosong dan drama yang muncul.

Inilah kenapa ketika seseorang mencoba untuk menjatuhkan, kamu selalu bisa kompromi dengan dirimu untuk mengatasinya. Kita semua pernah mengalami emosi yang menyakitkan, namun kamu paham bagaimana mengatasinya tanpa banyak orang tahu. 

8. Mampu mengendalikan emosi

Perempuan yang punya emosi matang tahu bagaimana mengendalikan diri dengan penuh kesabaran. Mereka akan bertanggung jawab terhadap tugasnya dan menunda kesenangan untuk kehidupan yang lebih sukses.

Kamu lebih menoleransi perasaan yang tidak nyaman, meski hal itu berlangsung lama. Ini demi menemukan solusi terbaik dari permasalahan yang kamu hadapi. Perempuan dewasa bukan sosok yang meledak-ledak meskipun emosi tengah menguasai dirinya.

9. Jujur dan punya integritas

Perempuan dewasa hidup dalam integritas. Mereka punya komitmen terhadap apa yang diketahui, didengar, dan bekerja dengan kebenaran, tak peduli bagaimana hal itu mungkin akan menyakitkan atau penuh tekanan.

Kamu yang punya emosi yang matang, juga terbuka terhadap segala pemikiran. Tak hanya itu, perempuan dewasa akan selalu berupaya jujur karena merasa itu akan meringankan hidupnya.

10. Tetap tenang dan berpikir jernih saat menghadapi momen sulit dalam hidup

Hidup ini terdiri dari banyak persoalan yang kadang tidak bisa kita kendalikan semuanya. Orang yang sudah dewasa secara emosional tahu bagaimana tetap tenang dan menyelesaikan persoalan yang ada dengan berpikir jernih.

Proses untuk menemukan solusi dari masalah adalah ketika kamu memberi kesempatan dan waktu pada dirimu untuk berpikir lebih dalam. Perubahan memang tidak pernah mudah, namun kamu tahu penyesuaian paling penting adalah dengan mengubah sikap.

11. Mau mengekspresikan kebahagiaan dan bersyukur dengan apa yang sudah kamu dapat

Orang yang matang secara emosional akan secara alami mengapresiasi orang lain dan bersyukur terhadap kejadian menyenangkan dalam hidup. Kamu dengan emosi yang matang, selalu tanggung jawab pada apa yang kamu emban.

Inilah kenapa orang dengan kecerdasan emosi akan hidup bahagia dan berkemungkinan kecil mengidap stres atau depresi. Kamu nggak ragu melayani orang lain untuk membentuk hubungan yang berkualitas. Kamu terbiasa mengucap terima kasih pada orang yang mau menghabiskan waktu dan berbagi pengalaman denganmu.

12. Tidak mudah menghakimi dan menghargai pendapat orang lain

Kadang, ketika menghakimi orang lain, kamu menginterpretasikan segala sesuatu dari penghakiman yang kamu lakukan. Misalnya, ketika menilai ada niat tersembunyi terhadap kebaikan seseorang, kamu akan menemukan interpretasi negatif dari perilakunya.

Kamu akan mengakhiri percakapan dengannya dengan pemikiran tertutup, di mana justru mengurangi kemampuan adaptasimu. Padahal, inilah batas seseorang dengan ciri sudah matang secara emosi dengan yang tidak. Perempuan yang dewasa cenderung tak mudah menghakimi dan selalu menghargai pendapat orang lain.

13. Kamu bisa menangkap humor

Ada satu waktu ketika kamu tidak harus bersikap serius. Penting untuk mengetahui bahwa kamu harus tanggap dan sigap, namun juga penting ketika kamu memilih menertawakan kekacauan dalam hidupmu.

Tak selalu harus jadi pribadi yang humoris, tapi kamu tahu mana saatnya bisa bercanda dengan orang lain. Saat kamu tertawa, pikiran sekaligus tubuhmu bisa lebih rileks. Pikiran yang fresh akan membantu menemukan cara yang tepat dan jalan keluar dari persoalan yang kamu hadapi. 

14. Tidak membicarakan dirimu telalu banyak ketika berhadapan dengan orang lain

Saat berbicara dengan orang lain, kamu justru lebih sedikit berbicara tentang dirimu. Kamu mempersilakan orang lain menyampaikan pendapatnya dan bersedia menghargai pemikiran yang ada padanya.

Albert Ellis, psikolog dan penulis buku dari Amerika, menambahkan kamu yang matang secara emosi akan bertanggung jawab terhadap segala hal yang datang. Kamu tidak menyalahkan orang lain ataupun lingkungan sekitar atas apa yang terjadi padamu. Sebab, kamu tahu bahwa kamu sendiri pengendali terhadap takdir hidup yang kamu jalani. 

15. Tahu bagaimana improvisasi dan melihat alternatif lain

Orang dengan emosi matang akan berpikir secara realistis dan mempertimbangkan segala kemungkinan. Kamu yang pernah merasa stuck pada satu titik, justru berhasil menciptakan kemungkinan lain.

Kamu tahu cara berimprovisasi dan mau melihat cara pandang orang lain yang sama dengan masalah yang kamu hadapi. Kamu tahu waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalah diri sendiri dan kapan perlu meminta saran dari orang lain. 


Kesimpulannya, menurut saya pribadi, orang yang dewasa entah secara usia maupun mental. Dia tidak akan terlalu memusingkan hal-hal yang membuat dia merasa terganggu dan mungkin dia harus memiliki sikap yang diperlukan di antara poin-poin di atas.

Tambahan yang tidak kalah penting, orang dewas versi saya adalah orang yang memiliki intergritas yang kuat dalam membangun karakter pada dirinya.


Source: 

https://sahabatnestle.co.id/content/kesehatan/konsep-kedewasaan.html

https://www.popbela.com/relationship/dating/windari-subangkit/tanda-laki-laki-dewasa-secara-emosi/9

https://www.popbela.com/relationship/single/fajar-laksmita-dewi/ciri-ciri-perempuan-dewasa-secara-emosional/15

Posting Komentar

© IMAGINATOR ID. All rights reserved. Developed by Jago Desain