PENGERTIAN, PERBEDAAN SERTA PERSAMAAN (VIKTIMOLOGI DAN KRIMINOLOGI)


Sebagaimana layaknya pengertian viktimologi adalah ilmu pengetahuan tentang korban. pengertian tersebut sudah tampak teremasuk suatu disiplin ilmu pengetahuan atau ada yang beranggapan bahwa viktimologi hanya cabang dari kriminologi. Orang yang pertamakali memakai istilah ini adalah orang Israel Beniamin Mendelsohn beliau juga dianggap sebagi founding father viktimologi. Kedudukan viktimilogi maka jelas menjadi ilmu yang mandiri baik dalam arti sempit, luas atau baru. Tujuan viktimologi yaitu”
1.To analize the manifold aspect of the victim;s problem
2.To explain the causes for victimization
3.To develop a system of measure for reducing human suffering
Dari semua tujuan viktimologi terletak pada tujuan ke 3 jadi pada dasarnya viktimologi untuk mengurangi penderitaan yang ada dalam masyarakat serta menjamin kehidupa nnya.
Kriminologi adalah ilmu pengetahuan tentang kejahatan istilah ini digunakan pertamakali oleh antropolog prancis Topinard yang istilah sebelumnya antropologi criminal dalam perkemba ngannya ada kriminologi klasik,positip dan kritis yang tentunya berbeda pandangan satusama lain sesuai paradigmanya tujuan da n keduduklan nya jelas mempelajari kejahata n dari berbagai aspek tapi terkadang pihak korban tidak dipandang atau tidak di prioritaska n jadi hanya dipandang sebelah mata selain itu juga cendrung memihak Negara atau penguasa.

Kesimpulannya antara viktimologi dan kriminologi layakinya seperti Daud dan Goliath yang dimana daud hanya berbadan kecil dan memiliki keberanian dalam memperjuangkan haknya sedangkan goliath yang besar memiliki kekuasaan untuk berkehendak semaunya sesuai penguasa yuang berkuasa.

Perbandingan antara Viktimologi dan Kriminologi  Viktimologi merupakan bidang spesialisasi dalam kriminologi. Viktimologi memiliki hal paralel dengan kriminologi. Kriminolog bertanya mengapa orang tertentu melanggar hukum dan orang lainnya tidak. Viktimolog bertanya mengapa beberapa individu, rumah tangga dan organisasi menjadi korban sedangkan yang lainnya tidak. Kriminolog melihat bahwa kadang-kadang banyak orang melanggar hukum, kadang-kadang mematuhi hukum; hanya sedikit orang yang menjadi penjahat. Viktimolog menyadari bahwa setiap orang dapat kurang beruntung berada di tempat dan waktu yang salah tetapi heran mengapa ada orang yang sering menjadi korban. Kriminolog mengkaji bagaimana kondisi sosial, ekonomi dan politik memicu tindakan kriminal. Viktimolog mengkaji sifat orang, faktor sosial, dan budaya yang memaksa seseorang untuk mengambil resiko dan membahayakan hidupnya.                 
Kriminolog dan viktimolog memiliki metode mengumpulkan dan menginterpretasi data. Kriminolog mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang individu yang melakukan tindakan ilegal, seperti umur dan latar belakang. Viktimolog melihat statistik tentang umur dan latar belakang sosial orang-orang yang menjadi korban tindakan ilegal. Kriminolog menerapkan temuan mereka untuk membuat strategi pencegahan kejahatan; viktimolog menggunakan pola dan trend untuk mengembangkan dan menguji taktik mengurangi resiko.          
Kriminolog dan viktimolog mempelajari bagaimana kerja sistem peradilan pidana. Kriminolog mengawasi bagaimana tersangka, terdakwa, dan terpidana diadili; viktimolog mengkaji cara korban diperlakukan oleh polisi, jaksa, pengacara, dan hakim. Kriminolog menilai perlunya pelaku kejahatan mendapatkan bimbingan, terapi, pendidikan, pelatihan kerja, dan perawatan obat. Viktimolog ingin mendiagnosa masalah emosional yang dirasakan orang setelah disakiti oleh penjahat, dan menguji manfaat program yang dirancang untuk membantu pemulihan mereka. Kriminolog menghitung biaya sosial dan ekonomi dari kegiatan kriminal bagi komunitas atau masyarakat keseluruhan. Viktimolog mengukut kerugian dan biaya pribadi yang ditanggung individu akibat tindakan kekerasan, pencurian atau penipuan.
Kriminologi dan viktimologi juga memiliki perbedaan. Kriminologi berusia ratusan tahun, sedangkan viktimologi hanya puluhan tahun. Kriminolog sepakat hanya membahas kegiatan ilegal. Viktimolog belum mencapai konsensus tentang batas bidang ilmu mereka. Namun mayoritas viktimolog percaya bahwa fokus ilmu ini hanya pada viktimisasi kriminal.

HUBUNGAN ANTARA VIKTIMOLOGI DENGAN KRIMINOLOGI

Secara etimologis, krimonologi berasal dari kata crimen yang berarti kejahatan dan logos yang berarti pengetahuan atau ilmu pengetahuan. Krimonologi diartikan sebagai ilmu yang membahas mengenai kejahatan. Secara umum, kriminologi bertujuan untuk mempelajari kejahatan dari berbagai aspek sehingga diharapkan dapat diperoleh pemahaman tentang fenomena kejahatan yang lebih baik. Sementara Arif Gosita memberikan penjelasan mengenai arti Viktimologi, dia menyebutkan menyebutkan bahwa Viktimologi adalah suatu pengetahuan ilmiah/studi yang mempelajari viktimisasi (criminal) sebagai suatu permasalahan manusia yang merupakan suatu kenyataan social.Viktimologi berasal dari kata Latin victima yang berarti korban dan logos yang berarti pengetahuan ilmiah atau studi.[1][1]
Sedangkan JE.Sahetapy menjelaskan bahwa Viktimilogi merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin “Victima” yang berarti korban dan “logos” yang berarti ilmu, merupakan suatu bidang ilmu yang mengkaji permasalahan korban beserta segala aspeknya. Adanya hubungan antara kriminologi dan viktimologi sudah tidak dapat diragukan lagi, karena dari satu sisi Kriminologi membahas secara luas mengenai pelaku dari suatu kejahatan, sedangkan viktimologi disini merupakan ilmu yang mempelajari tentang korban dari suatu kejahatan. Seperti yang dibahas dalam buku Urgensi Perlindungan Korban Kejahatan, karangan Dikdik M.Arief Mansur . Jika ditelaah lebih dalam, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa viktimologi merupakan bagian yang hilang dari kriminologi atau dengan kalimat lain, viktimologi akan membahas bagian-bagian yang tidak tercakup dalam kajian kriminologi. Banyak dikatakan bahwa viktimologi lahir karena munculnya desakan perlunya masalah korban dibahas secara tersendiri. Akan tetapi, mengenai pentingnya dibentuk Viktimilogi secara terpisah dari ilmu kriminologi mengundang beberapa pendapat, yaitu sebagai berikut :
1. Mereka yang berpendapat bahwa viktimologi tidak terpisahkan dari kriminologi, diantaranya adalah Von Hentig, H. Mannheim dan Paul Cornil. Mereka mengatakan bahwa kriminologi merupakan ilmu pengetahuan yang menganalisis tentang kejahatan dengan segala aspeknya, termasuk korban. Dengan demikian, melalui penelitiannya, kriminologi akan dapat membantu menjelaskan peranan korban dalam kejahatan dan berbagai persoalan yang melingkupinya.
Mereka yang menginginkan viktimologi terpisah dari kriminologi, diantaranya adalah Mendelsohn. Ia mengatakan bahwa viktimologi merupakan suatu cabang ilmu yang mempunyai teori dalam kriminologi, tetapi dalam membahas persoalan korban, viktimologi juga tidak dapat hanya terfokus pada korban itu sendiri. Khusus mengenai hubungan antara kriminologi dan hukum pidana dikatakan bahwa keduanya merupakan pasangan atau dwi tunggal yang saling melengkapi karena orang akan mengerti dengan baik tentang penggunaan hukum terhadap penjahat maupun pengertian mengenai timbulnya kejahatan dan cara-cara pemberantasannya sehingga memudahkan penentuan adanya kejahatan dan pelaku kejahatannya. Hukum pidana hanya mempelajari delik sebagai suatu pelanggaran hukum, sedangkan untuk mempelajari bahwa delik merupakan perbuatan manusia sebagai suatu gejala social adalah kriminologi. J.E Sahetapy juga berpendapat bahwa kriminologi dan viktimologimerupakan sisi dari mata uang yang saling berkaitan. Perhatian akan kejahatan yang ada tidak seharusnya hanya berputar sekitar munculnya kejahatan akan tetapi juga akibat dari kejahatan, karena dari sini akan terlihat perhatian bergeser tidak hanya kepada pelaku kejahatan tetapi juga kepada posisi korban dari kejahatan itu. Hal ini juga dibahas oleh pakar hukum lainnya dalam memperhatikan adanya hubungan ini, atau setidaknya perhatian atas terjadinya kejahatan tidak hanya dari satu sudut pandang, apabila ada orang menjadi korban kejahatan, jelas terjadi suatu kejahatan, atau ada korban ada kejahatan dan ada kejahatan ada korban. Jadi kalau ingin menguraikan dan mencegah kejahatanharus memperhatikan dan memahami korban suatu kejahatan, akan tetapi kebiasaan orang hanya cenderung memperhatikan pihak pelaku kejahatan 
Pengertian, Perbandingan dan Perbedaan Kriminologi dan Viktimologi
Sebagaimana layaknya pengertian viktimologi adalah ilmu pengetahuan tentang korban. pengertian tersebut sudah tampak teremasuk suatu disiplin ilmu pengetahuan atau ada yang beranggapan bahwa viktimologi hanya cabang dari kriminologi. Orang yang pertamakali memakai istilah ini adalah orang Israel Beniamin Mendelsohn beliau juga dianggap sebagi founding father viktimologi. Kedudukan viktimilogi maka jelas menjadi ilmu yang mandiri baik dalam arti sempit, luas atau baru. Tujuan viktimologi yaitu”
1.To analize the manifold aspect of the victim;s problem
2.To explain the causes for victimization
3.To develop a system of measure for reducing human suffering
Dari semua tujuan viktimologi terletak pada tujuan ke 3 jadi pada dasarnya viktimologi untuk mengurangi penderitaan yang ada dalam masyarakat serta menjamin kehidupa nnya.

Kriminologi adalah ilmu pengetahuan tentang kejahatan istilah ini digunakan pertamakali oleh antropolog prancis Topinard yang istilah sebelumnya antropologi criminal dalam perkemba ngannya ada kriminologi klasik,positip dan kritis yang tentunya berbeda pandangan satusama lain sesuai paradigmanya tujuan da n keduduklan nya jelas mempelajari kejahata n dari berbagai aspek tapi terkadang pihak korban tidak dipandang atau tidak di prioritaska n jadi hanya dipandang sebelah mata selain itu juga cendrung memihak Negara atau penguasa.

Kesimpulannya antara viktimologi dan kriminologi layakinya seperti Daud dan Goliath yang dimana daud hanya berbadan kecil dan memiliki keberanian dalam memperjuangkan haknya sedangkan goliath yang besar memiliki kekuasaan untuk berkehendak semaunya sesuai penguasa yuang berkuasa.

Perbandingan antara Viktimologi dan Kriminologi  Viktimologi merupakan bidang spesialisasi dalam kriminologi. Viktimologi memiliki hal paralel dengan kriminologi. Kriminolog bertanya mengapa orang tertentu melanggar hukum dan orang lainnya tidak. Viktimolog bertanya mengapa beberapa individu, rumah tangga dan organisasi menjadi korban sedangkan yang lainnya tidak. Kriminolog melihat bahwa kadang-kadang banyak orang melanggar hukum, kadang-kadang mematuhi hukum; hanya sedikit orang yang menjadi penjahat. Viktimolog menyadari bahwa setiap orang dapat kurang beruntung berada di tempat dan waktu yang salah tetapi heran mengapa ada orang yang sering menjadi korban. Kriminolog mengkaji bagaimana kondisi sosial, ekonomi dan politik memicu tindakan kriminal. Viktimolog mengkaji sifat orang, faktor sosial, dan budaya yang memaksa seseorang untuk mengambil resiko dan membahayakan hidupnya.                 
Kriminolog dan viktimolog memiliki metode mengumpulkan dan menginterpretasi data. Kriminolog mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang individu yang melakukan tindakan ilegal, seperti umur dan latar belakang. Viktimolog melihat statistik tentang umur dan latar belakang sosial orang-orang yang menjadi korban tindakan ilegal. Kriminolog menerapkan temuan mereka untuk membuat strategi pencegahan kejahatan; viktimolog menggunakan pola dan trend untuk mengembangkan dan menguji taktik mengurangi resiko.             
Kriminolog dan viktimolog mempelajari bagaimana kerja sistem peradilan pidana. Kriminolog mengawasi bagaimana tersangka, terdakwa, dan terpidana diadili; viktimolog mengkaji cara korban diperlakukan oleh polisi, jaksa, pengacara, dan hakim. Kriminolog menilai perlunya pelaku kejahatan mendapatkan bimbingan, terapi, pendidikan, pelatihan kerja, dan perawatan obat. Viktimolog ingin mendiagnosa masalah emosional yang dirasakan orang setelah disakiti oleh penjahat, dan menguji manfaat program yang dirancang untuk membantu pemulihan mereka. Kriminolog menghitung biaya sosial dan ekonomi dari kegiatan kriminal bagi komunitas atau masyarakat keseluruhan. Viktimolog mengukut kerugian dan biaya pribadi yang ditanggung individu akibat tindakan kekerasan, pencurian atau penipuan.
Kriminologi dan viktimologi juga memiliki perbedaan. Kriminologi berusia ratusan tahun, sedangkan viktimologi hanya puluhan tahun. Kriminolog sepakat hanya membahas kegiatan ilegal. Viktimolog belum mencapai konsensus tentang batas bidang ilmu mereka. Namun mayoritas viktimolog percaya bahwa fokus ilmu ini hanya pada viktimisasi kriminal.

Sebagaimana layaknya pengertian viktimologi adalah ilmu pengetahuan tentang korban. pengertian tersebut sudah tampak teremasuk suatu disiplin ilmu pengetahuan atau ada yang beranggapan bahwa viktimologi hanya cabang dari kriminologi. Orang yang pertamakali memakai istilah ini adalah orang Israel Beniamin Mendelsohn beliau juga dianggap sebagi founding father viktimologi. Kedudukan viktimilogi maka jelas menjadi ilmu yang mandiri baik dalam arti sempit, luas atau baru. Tujuan viktimologi yaitu”
1.To analize the manifold aspect of the victim;s problem
2.To explain the causes for victimization
3.To develop a system of measure for reducing human suffering
Dari semua tujuan viktimologi terletak pada tujuan ke 3 jadi pada dasarnya viktimologi untuk mengurangi penderitaan yang ada dalam masyarakat serta menjamin kehidupa nnya.
Kriminologi adalah ilmu pengetahuan tentang kejahatan istilah ini digunakan pertamakali oleh antropolog prancis Topinard yang istilah sebelumnya antropologi criminal dalam perkemba ngannya ada kriminologi klasik,positip dan kritis yang tentunya berbeda pandangan satusama lain sesuai paradigmanya tujuan da n keduduklan nya jelas mempelajari kejahata n dari berbagai aspek tapi terkadang pihak korban tidak dipandang atau tidak di prioritaska n jadi hanya dipandang sebelah mata selain itu juga cendrung memihak Negara atau penguasa.

Kesimpulannya antara viktimologi dan kriminologi layakinya seperti Daud dan Goliath yang dimana daud hanya berbadan kecil dan memiliki keberanian dalam memperjuangkan haknya sedangkan goliath yang besar memiliki kekuasaan untuk berkehendak semaunya sesuai penguasa yuang berkuasa.

Perbandingan antara Viktimologi dan Kriminologi  Viktimologi merupakan bidang spesialisasi dalam kriminologi. Viktimologi memiliki hal paralel dengan kriminologi. Kriminolog bertanya mengapa orang tertentu melanggar hukum dan orang lainnya tidak. Viktimolog bertanya mengapa beberapa individu, rumah tangga dan organisasi menjadi korban sedangkan yang lainnya tidak. Kriminolog melihat bahwa kadang-kadang banyak orang melanggar hukum, kadang-kadang mematuhi hukum; hanya sedikit orang yang menjadi penjahat. Viktimolog menyadari bahwa setiap orang dapat kurang beruntung berada di tempat dan waktu yang salah tetapi heran mengapa ada orang yang sering menjadi korban. Kriminolog mengkaji bagaimana kondisi sosial, ekonomi dan politik memicu tindakan kriminal. Viktimolog mengkaji sifat orang, faktor sosial, dan budaya yang memaksa seseorang untuk mengambil resiko dan membahayakan hidupnya.                 
Kriminolog dan viktimolog memiliki metode mengumpulkan dan menginterpretasi data. Kriminolog mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang individu yang melakukan tindakan ilegal, seperti umur dan latar belakang. Viktimolog melihat statistik tentang umur dan latar belakang sosial orang-orang yang menjadi korban tindakan ilegal. Kriminolog menerapkan temuan mereka untuk membuat strategi pencegahan kejahatan; viktimolog menggunakan pola dan trend untuk mengembangkan dan menguji taktik mengurangi resiko.          
Kriminolog dan viktimolog mempelajari bagaimana kerja sistem peradilan pidana. Kriminolog mengawasi bagaimana tersangka, terdakwa, dan terpidana diadili; viktimolog mengkaji cara korban diperlakukan oleh polisi, jaksa, pengacara, dan hakim. Kriminolog menilai perlunya pelaku kejahatan mendapatkan bimbingan, terapi, pendidikan, pelatihan kerja, dan perawatan obat. Viktimolog ingin mendiagnosa masalah emosional yang dirasakan orang setelah disakiti oleh penjahat, dan menguji manfaat program yang dirancang untuk membantu pemulihan mereka. Kriminolog menghitung biaya sosial dan ekonomi dari kegiatan kriminal bagi komunitas atau masyarakat keseluruhan. Viktimolog mengukut kerugian dan biaya pribadi yang ditanggung individu akibat tindakan kekerasan, pencurian atau penipuan.
Kriminologi dan viktimologi juga memiliki perbedaan. Kriminologi berusia ratusan tahun, sedangkan viktimologi hanya puluhan tahun. Kriminolog sepakat hanya membahas kegiatan ilegal. Viktimolog belum mencapai konsensus tentang batas bidang ilmu mereka. Namun mayoritas viktimolog percaya bahwa fokus ilmu ini hanya pada viktimisasi kriminal.

HUBUNGAN ANTARA VIKTIMOLOGI DENGAN KRIMINOLOGI

Secara etimologis, krimonologi berasal dari kata crimen yang berarti kejahatan dan logos yang berarti pengetahuan atau ilmu pengetahuan. Krimonologi diartikan sebagai ilmu yang membahas mengenai kejahatan. Secara umum, kriminologi bertujuan untuk mempelajari kejahatan dari berbagai aspek sehingga diharapkan dapat diperoleh pemahaman tentang fenomena kejahatan yang lebih baik. Sementara Arif Gosita memberikan penjelasan mengenai arti Viktimologi, dia menyebutkan menyebutkan bahwa Viktimologi adalah suatu pengetahuan ilmiah/studi yang mempelajari viktimisasi (criminal) sebagai suatu permasalahan manusia yang merupakan suatu kenyataan social.Viktimologi berasal dari kata Latin victima yang berarti korban dan logos yang berarti pengetahuan ilmiah atau studi.
Sedangkan JE.Sahetapy menjelaskan bahwa Viktimilogi merupakan istilah yang berasal dari bahasa latin “Victima” yang berarti korban dan “logos” yang berarti ilmu, merupakan suatu bidang ilmu yang mengkaji permasalahan korban beserta segala aspeknya. Adanya hubungan antara kriminologi dan viktimologi sudah tidak dapat diragukan lagi, karena dari satu sisi Kriminologi membahas secara luas mengenai pelaku dari suatu kejahatan, sedangkan viktimologi disini merupakan ilmu yang mempelajari tentang korban dari suatu kejahatan. Seperti yang dibahas dalam buku Urgensi Perlindungan Korban Kejahatan, karangan Dikdik M.Arief Mansur . Jika ditelaah lebih dalam, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa viktimologi merupakan bagian yang hilang dari kriminologi atau dengan kalimat lain, viktimologi akan membahas bagian-bagian yang tidak tercakup dalam kajian kriminologi. Banyak dikatakan bahwa viktimologi lahir karena munculnya desakan perlunya masalah korban dibahas secara tersendiri. Akan tetapi, mengenai pentingnya dibentuk Viktimilogi secara terpisah dari ilmu kriminologi mengundang beberapa pendapat, yaitu sebagai berikut :
1.   Mereka yang berpendapat bahwa viktimologi tidak terpisahkan dari kriminologi, diantaranya adalah Von Hentig, H. Mannheim dan Paul Cornil. Mereka mengatakan bahwa kriminologi merupakan ilmu pengetahuan yang menganalisis tentang kejahatan dengan segala aspeknya, termasuk korban. Dengan demikian, melalui penelitiannya, kriminologi akan dapat membantu menjelaskan peranan korban dalam kejahatan dan berbagai persoalan yang melingkupinya.
Mereka yang menginginkan viktimologi terpisah dari kriminologi, diantaranya adalah Mendelsohn. Ia mengatakan bahwa viktimologi merupakan suatu cabang ilmu yang mempunyai teori dalam kriminologi, tetapi dalam membahas persoalan korban, viktimologi juga tidak dapat hanya terfokus pada korban itu sendiri. Khusus mengenai hubungan antara kriminologi dan hukum pidana dikatakan bahwa keduanya merupakan pasangan atau dwi tunggal yang saling melengkapi karena orang akan mengerti dengan baik tentang penggunaan hukum terhadap penjahat maupun pengertian mengenai timbulnya kejahatan dan cara-cara pemberantasannya sehingga memudahkan penentuan adanya kejahatan dan pelaku kejahatannya. Hukum pidana hanya mempelajari delik sebagai suatu pelanggaran hukum, sedangkan untuk mempelajari bahwa delik merupakan perbuatan manusia sebagai suatu gejala social adalah kriminologi. J.E Sahetapy juga berpendapat bahwa kriminologi dan viktimologimerupakan sisi dari mata uang yang saling berkaitan. Perhatian akan kejahatan yang ada tidak seharusnya hanya berputar sekitar munculnya kejahatan akan tetapi juga akibat dari kejahatan, karena dari sini akan terlihat perhatian bergeser tidak hanya kepada pelaku kejahatan tetapi juga kepada posisi korban dari kejahatan itu. Hal ini juga dibahas oleh pakar hukum lainnya dalam memperhatikan adanya hubungan ini, atau setidaknya perhatian atas terjadinya kejahatan tidak hanya dari satu sudut pandang, apabila ada orang menjadi korban kejahatan, jelas terjadi suatu kejahatan, atau ada korban ada kejahatan dan ada kejahatan ada korban. Jadi kalau ingin menguraikan dan mencegah kejahatanharus memperhatikan dan memahami korban suatu kejahatan, akan tetapi kebiasaan orang hanya cenderung memperhatikan pihak pelaku kejahatan 
Pengertian, Perbandingan dan Perbedaan Kriminologi dan Viktimologi
Sebagaimana layaknya pengertian viktimologi adalah ilmu pengetahuan tentang korban. pengertian tersebut sudah tampak teremasuk suatu disiplin ilmu pengetahuan atau ada yang beranggapan bahwa viktimologi hanya cabang dari kriminologi. Orang yang pertamakali memakai istilah ini adalah orang Israel Beniamin Mendelsohn beliau juga dianggap sebagi founding father viktimologi. Kedudukan viktimilogi maka jelas menjadi ilmu yang mandiri baik dalam arti sempit, luas atau baru. Tujuan viktimologi yaitu”
1.To analize the manifold aspect of the victim;s problem
2.To explain the causes for victimization
3.To develop a system of measure for reducing human suffering
Dari semua tujuan viktimologi terletak pada tujuan ke 3 jadi pada dasarnya viktimologi untuk mengurangi penderitaan yang ada dalam masyarakat serta menjamin kehidupa nnya.

Kriminologi adalah ilmu pengetahuan tentang kejahatan istilah ini digunakan pertamakali oleh antropolog prancis Topinard yang istilah sebelumnya antropologi criminal dalam perkemba ngannya ada kriminologi klasik,positip dan kritis yang tentunya berbeda pandangan satusama lain sesuai paradigmanya tujuan da n keduduklan nya jelas mempelajari kejahata n dari berbagai aspek tapi terkadang pihak korban tidak dipandang atau tidak di prioritaska n jadi hanya dipandang sebelah mata selain itu juga cendrung memihak Negara atau penguasa.

Kesimpulannya antara viktimologi dan kriminologi layakinya seperti Daud dan Goliath yang dimana daud hanya berbadan kecil dan memiliki keberanian dalam memperjuangkan haknya sedangkan goliath yang besar memiliki kekuasaan untuk berkehendak semaunya sesuai penguasa yuang berkuasa.

Perbandingan antara Viktimologi dan Kriminologi  Viktimologi merupakan bidang spesialisasi dalam kriminologi. Viktimologi memiliki hal paralel dengan kriminologi. Kriminolog bertanya mengapa orang tertentu melanggar hukum dan orang lainnya tidak. Viktimolog bertanya mengapa beberapa individu, rumah tangga dan organisasi menjadi korban sedangkan yang lainnya tidak. Kriminolog melihat bahwa kadang-kadang banyak orang melanggar hukum, kadang-kadang mematuhi hukum; hanya sedikit orang yang menjadi penjahat. Viktimolog menyadari bahwa setiap orang dapat kurang beruntung berada di tempat dan waktu yang salah tetapi heran mengapa ada orang yang sering menjadi korban. Kriminolog mengkaji bagaimana kondisi sosial, ekonomi dan politik memicu tindakan kriminal. Viktimolog mengkaji sifat orang, faktor sosial, dan budaya yang memaksa seseorang untuk mengambil resiko dan membahayakan hidupnya.                 
Kriminolog dan viktimolog memiliki metode mengumpulkan dan menginterpretasi data. Kriminolog mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang individu yang melakukan tindakan ilegal, seperti umur dan latar belakang. Viktimolog melihat statistik tentang umur dan latar belakang sosial orang-orang yang menjadi korban tindakan ilegal. Kriminolog menerapkan temuan mereka untuk membuat strategi pencegahan kejahatan; viktimolog menggunakan pola dan trend untuk mengembangkan dan menguji taktik mengurangi resiko.             
Kriminolog dan viktimolog mempelajari bagaimana kerja sistem peradilan pidana. Kriminolog mengawasi bagaimana tersangka, terdakwa, dan terpidana diadili; viktimolog mengkaji cara korban diperlakukan oleh polisi, jaksa, pengacara, dan hakim. Kriminolog menilai perlunya pelaku kejahatan mendapatkan bimbingan, terapi, pendidikan, pelatihan kerja, dan perawatan obat. Viktimolog ingin mendiagnosa masalah emosional yang dirasakan orang setelah disakiti oleh penjahat, dan menguji manfaat program yang dirancang untuk membantu pemulihan mereka. Kriminolog menghitung biaya sosial dan ekonomi dari kegiatan kriminal bagi komunitas atau masyarakat keseluruhan. Viktimolog mengukut kerugian dan biaya pribadi yang ditanggung individu akibat tindakan kekerasan, pencurian atau penipuan.
Kriminologi dan viktimologi juga memiliki perbedaan. Kriminologi berusia ratusan tahun, sedangkan viktimologi hanya puluhan tahun. Kriminolog sepakat hanya membahas kegiatan ilegal. Viktimolog belum mencapai konsensus tentang batas bidang ilmu mereka. Namun mayoritas viktimolog percaya bahwa fokus ilmu ini hanya pada viktimisasi kriminal.

Posting Komentar

© IMAGINATOR ID. All rights reserved. Developed by Jago Desain