Memilih Untuk Menjadi Blogger atau YouTuber?

Mungkin dari judul diatas atau beberapa pertanyaan yang sering muncul, yah, antara jadi blogger atau youtuber.

Sebenarnya dari keduanya menurut saya pribadi tidak ada perbedaan yang terlalu mendalam, mungkin karena dari segi platform, bisa dibilang keduanya adalah content creator apa bila kita memilih salah satu. Jadi, blogger lebih ke arah tulisan dan youtuber lebih kearah video (itu secara garis besar).

Tapi, terkadang orang bertanya-tanya, ini mungkin bagi yang belum pernah mencoba terjun ke salah satunya sebagai content creator. Dan pertanyaan yang paling umum bahkan mungkin terksesan seperti ke arah hasil akhir/ keuntungan yang di peroleh di antara keduanya.

Kalau itu sih, saya pribadi dulu awalnya seperti itu juga. Sedikit cerita; saya pribadi menekuni blog sejak 2015 dan sampai sekarang masih aktif. Kalau untuk youtube saya pernah coba di tahun 2019 dan pesiun di akhir tahun 2020.

Dari kedua pernyataan saya di atas, kita langsung masuk ke pertanyaan yang pastinya sering di tanyakan kebanyakan orang ya, yaitu mengenai apa hasil dan keuntung menjadi keduanya atau salah satunya.

Bagi saya pribadi keduanya adalah platform untuk kita berkarya dan menghasilkan pundi-pundi uang secara online. Itu menurut saya pribadi ya, belum tentu menurut kalian demikian, tergantung masing-masing sih. 

Tunggu dulu, kenapa harus blogger dan youtuber, nah, menurut saya pribadi keduanya di zaman sekarang ini masih tergolong efektif sih, kalau untuk dari segi menghasilkan uang.

Jadi, disini saya akan memcoba memberikan gambaran kepada kalian yang membaca artikel ini. Mengenai pertimbagan kalian kedepannya yang memang betul-betul ingin terjun ke salah satunya. Hal paling dasar yang perlu di ingat ya, tidak semua hal yang kita lakukan bisa instan menghasilkan. Semuanya butuh proses dan beberapa fase agar dapat menghasilkan.

Berikut ini ada beberapa poin yang perlu kalian pertimbangkan lagi apa bila ingin mencoba terjun ke salah satunya, yaitu:

1. Konsistensi

Kalau berbicara mengenai konsisten. Saya rasa, semua hal atau kegiatan yang akan kita lakukan terlebih lagi ada target yang perlu dicapai. Dan hal tersebut tidak instan maka konsisten sangatlah diperlukan dan bisa sangat penting. Beberapa alasan kenapa harus konsisten, saya seharusnya tidak perlu lagi menjelaskan. Mungkin lebih tapatnya mengigatkan saja.

Salah satu liku-liku yang kedepannya mungkin sebabkan tidak konsisten adalah, saat kita mulai bosan karena proses terlalu lama dan tidak pasti ada hasil dalam waktu dekat. 

Tetapi ya, mau gimana lagi kan. Di beberapa hal di atas kan sudah saya jelaskan memulai keduanya atau salah satunya itu perlu kesabaran dan tidak instan.

2. Tentukan Passion Lebih ke Menulis atau Editing Video

Kemudian berbicara mengenai Passion, kalau menurut saya pribadi tidak perlu juga sih, karena dari keduanya cukup di jadikan hobi atau mengisi waktu luang saja. 

Tapi, kalau kalian mau tentukan passion kalian juga sah-sah saja. Mungkin karena sudah semestinya melakukan pekerjaan yang sesuai dengan passion atau keinginan kita akan membuat kita bekerja dengan lebih semangat sehingga karya yang kita hasilkan pun akan lebih berkualitas. 

Tentunya secara tidak langsung berdampak pada keberhasilan mengenai apa yang kita jalankan.

3. Introvert atau Ekstrovert

Introvert dan Ekxtrovert adalah sifat atau karakter yang dimiliki setiap orang yang berbeda-beda. Namun disini saya tidak bahas lebih lanjut mengenai pengertianya atau yang lain. Tapi disini kita bahas mengenai kecocokan antara blogger atau youtuber yang di miliki dari sifat atau karakter tersebut.

Mungkin bagi introvert yang enggan berinteraksi atau menampilakan wajahnya di depan umum, menurut saya lebih cocok di bidang blogger. Tapi tidak menutup kemungkinan juga yang sebaliknya kan, karena kita kembali lagi ke minat masin-masing. 

Lebih jelasnya seperti ini, kalau introvert menurut saya pribadi atau biasanya itu lebih ahli dalam hal menganalisa atau menulis. Kira-kira seperti itu.

Kalau untuk Extrovert biasanya dia lebih aktif ata percaya diri dari segi visul, nah. Ini menurut saya cocok menjadi youtuber, karena dari beberapa konten youtube yang di nilai menurut ataran adalah karya original dan ada beberapa saran minimal menampilkan face atau minimal suara dari sang creator. 

Lebih jelasnya seperti ini, kalau extrovert biasanya di lebih condong ke action secara visual dari pada menganalisis. Tapi ya kembali lagi seperti yang saya jelaskan diatas, tergantung dari pribadi masing-masing.

4. Budget atau Modal

Kalau kita berbicara soal budget/ modal. Saya rasa perlu di pertimbangkan juga agar totalitas dengan apa yang akan kita kerjakan. 

Ilustrasinya seperti, petani dia bekerja bermodalkan ‘cangkul’. Nah, kalau untuk blogger mungkin modal dasaranya adalah media untuk menulis, itu secara garis besarnya saja. Selebihnya kalian bisa cari sendiri.

Kemudia kalau untuk youtuber mngkin modal dasarnya adalah media untuk membuat video, selebihnya kalian cari sendiri. 

Tapi, begini. Terkadang di antara blogger atau youtuber. Saran saya, kalau memang totalitas ingin mengeluti keduanya atau salah satunya. 

Kalian perlu beberapa modal yang dapat menunjang kegiatan kalian agar lebih mudah atau lebih terlihat profesional. Karena dari beberapa blogger dan youtuber yang pernah kalian saksikan. Mereka secara garis besar bermodalkan hal-hal yang mungkin besar juga agar mendongkrak atau menunjang karya-karya mereka. 

5. Waktu Pengerjaannya

Kalau masalah waktu, semuanya seperti proses editing atau review sebelum di publikasikan. Baik itu untuk tulisan maupun video. 

Oleh karena itu kalian harus siap jika ingin membuat konten berkualitas maka kalian mau tidak mau harus rela menyisihkan banyak waktu hanya untuk bisnis online ini.

Saran saya, bagi yang memang memiliki kegiatan di luar, usahakan kalian menyisihkan min beberapa jam untuk membuat konten.

Kalau dari segi blogger biasanya lebih sedikit waktu yang di gunakan untuk menulis atau membuat artikel dibandingkan dengan youtuber yang membuat video.

Jadi, paling tidak kalian sempatkan saja atur waktu min 1 hari dalam seminggu untuk membuat konten, kalau emang mau terjun ke bidang ini.

6. Jumlah Penghasilan

Kalau yang ini, bagi saya harusnya tidak perlu di pikiran atau terlalu di kejar ya. Cukup dijadikan sebagai motivasi saja, agar kedepannya lebih fokus dan konsentrasi untuk membangun dan membuat konten yang berkualitas.

Karena, keduanya sama-sama menghasilkan dan banyak atau sedikitnya itu semuanya tergantung dari jumlah pengunjung yang melihat konten kalian. Semakin banyak yang melihat, maka semakin banyak pula iklan yang muncul, efeknya adalah semakin banyak pula penghasilan kalian. 

Kesimpulannya adalah semua tergantung dari pilihan masing-masing. Karena kalau saya sendiri di tanya, jelas saya akan memilih menjadi blogger dengan alasan saya memang suka nulis dan bercerita dengan tulisan-tulisan saya. Jadi, secara pribadi saya merasa tidak terbebani karena tujuanya awalnya jelas, yaitu; hobi. Tapi lama kelamaan bisa menghasilkan ya, syukur. Buat tambah-tambah uang jajan. 

Dari tulisan diatas sebenarnya hanya beriksikan curhatan saya saja, tapu secara garis besar, mungkin kalian yang membaca bisa melihat perbedaan antara blogger dan youtuberkan?

Posting Komentar

© IMAGINATOR ID. All rights reserved. Developed by Jago Desain