MAKALAH TENTANG JUAL BELI ONLINE (E-COMMERCE)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang Malasah


Belanja online pertama kali dilakukan di Inggris pada tahun 1979 oleh Michael Aldrich dari Redifon Computers. Ia menyambungkan televisi berwarna dengan komputer yang mampu memproses transaksi secara realtime melalui sarana kabel telepon. Sejak tahun 1980, ia menjual sistem belanja daring yang ia temukan di berbagai penjuru Inggris.

Pada tahun 1980, belanja online secara luas digunakan di Inggris dan beberapa negara di daratan Eropa seperti Perancis yang menggunakan fitur belanja online untuk memasarkan Peugeot, Nissan, dan General Motors.

Pada tahun 1992, Charles Stack membuat toko buku daring pertamanya yang bernama Book Stacks Unlimited yang berkembang menjadi Books.com yang kemudian diikuti oleh Jeff Bezos dalam membuat situs web Amazon.com dua tahun kemudian. Selain itu, Pizza Hut juga menggunakan media belanja online untuk memperkenalkan pembukaan toko pizza online.

Pada tahun 1994, Netscape memperkenalkan SSL encryption of data transferred online karena dianggap hal yang paling penting dari belanja daring adalah media untuk transaksi daringnya yang aman dan bebas dari pembobolan.

Pada tahun 1996, eBay situs belanja daring lahir dan kemudian berkembang menjadi salah satu situs transaksi daring terbesar hingga saat ini.


Di Indonesia sendiri jual beli online dari hari ke hari menunjukkan perkambangan yang begitu pesat.

Contoh; Sejarah singkat ekiosku.com

Ekiosku.com lahir dari tangan tiga pemuda yang kreatif dan inofativ. Berawal dari penipuan yang dialami oleh salah satu partner melalui transaksi ecommerce di tahun 2010. Tiga pemuda inipun mempunyai tekad untuk menyediakan platform ecommerce yang aman, dan kemudian lahirlah

Dengan menggunakan sistem pembayaran melalui Rekber atau Rekening Bersama, ekiosku.com mulai mendapat respon positif dari para publik.

Dan kemudian pada 27 Juni 2012 mereka menjadikan ekiosku sebagai perusahaan berbadan hukum.

Mereka mempunyai visi untuk menyediakan pasar online aman dan terbaik di Indonesia. Dengan mengusung moto Ekiosku.com Jual Beli Online Aman Nyaman dan Menyenangkan untuk para penggunanya.

Semakin marak jualan online nggak sekadar di luar Indonesia akan tetapi sekarang ini sudah menjamah  Republik Indonesia .  Security dan kenyamanan dalam bertransaksi mau tidak mau harus dijadikan prioritas utama.  Untuk  tersebut ekiosku.com muncul untuk para orang yang berbisnis online.  Bisnis  online kebenarannya masa ini sangat berpeluang besar adalah koneksi internet sudah menyebar sampai dengan ke pelosok kampung.  Aku  perkirakan bertambah hari pastinya mengalami penambahan, sebab itu kesempatan usaha online  menarik. Melalui lahirnya Ekiosku.com jual beli online aman menyenangkan maka cukup sudah membahagiakan para orang yang berbisnis online di  Republik Indonesia  sekarang ini. Ekiosku.com memang baik hadir kehadapan kamu buat mendorong melaksanakan jual beli lewat internet. 


1.2. Tujuan dan Manfaat Jual Beli Online


Meningkatnya pengguna internet di Indonesia berimbas pula munculnya bisnis online. Salah satu bisnis online adalah jual beli secara online. Berbelanja lewat internet ( Online Shopping) memang mengasyikkan. Tanpa harus pergi ke toko atau mall kita sudah dapat berbelanja. Cukup dengan Modal internet dan komputer kita sudah bisa membuka website toko online, tinggal pesan barang yang di pilih kemudian transfer uang beberapa hari kemudian barang yang kita pesan sudah nyampai di rumah. Bahkan sekarang lewat Situs jejaring Sosial Facebook, Group BB dan lainnya pun banyak yang menggunakannya. Tapi di balik kemudahan tersebut pasti ada kekuranggannya. Berikut sekilas keuntungan dan kerugian berbelanja online :


Keuntungan Berbelanja Online: 

1. Praktis dan menghemat waktu 

Dengan duduk atau tiduran di depan computer kita sedah bisa berbelanja berbagai macam barang baik pakaian, alat elektronik alat kesehatan dan sebagainya. Misalnya kita kalau kita pengen beli baju gak perlu ke butik atau mall. Tinggal buka website toko baju online kemudian tinggal milih barang yang kita inginkan. Belanja dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja asal ada akses internet.


2. Banyak pilihan barang

Toko online menyediakan apa yang kita butuhkan. Semuanya hampir ada. Dari sekedar barang sederhana dan murah sampai barang yang berharga mahal. Semuanya ada, tinggal kita buka website yang menyediakan kebutuhan kita. Kalau kita mau beli alat elektronik tinggal buka aja website toko elektronik dan sebagainya. Yang lebih asyik lagi kita dapat dengan mudah membandingkan harga dari toko satu dengan toko lainnya dan Mudah Mendapatkan jenis atau model barang terbaru. Dan terkadang kita sulit mencari barang yang di inginkan di kota kita tetapi di toko online banyak yang menyediakan.


3. Harga relative lebih murah. 

Kebanyakan toko online harganya lebih murah daripada toko konvensional. Asal pintar-pintar kita membandingkan harga di pasaran. Karena pemilik toko online biasanya tidak perlu menyediakan kios khusus sehingga mereka mampu menghemat biaya operasional dan lainnya sehingga toko online biasanya bisa menjual barang lebih murah daripada di pasaran. Bahkan beberapa juga menyediakan barang grosir sehingga sehingga harga lebih murah.


Kerugian belanja Online : 

1. Barang tidak bisa dicoba

Bila berbelanja pakaian terutama baju ataupun yang lainnya nggak bisa kita coba. Tapi biasanya toko online menyediakan ukurannya. Kita harus memperhatikan ukuran yang tertera di toko online tersebut. Tidak bisa memegang kainnya, bagaimana kehalusan kainnya dsb.


2. Kualitas barang tidak sesuai

Dalam website toko online yang di pajang adalah foto/gambar barak yang di jual. Kesamaan barang hasil foto/gambar dengan yang kita lihat di monitor tidak bisa 100% sama. Mungkin kesamaan dengan barang yang asli hanya 75-90% saja. Hal itu di pengaruhi dari efek pencahayaan dan monitor komputer pembeli.


3. Ongkos Kirim Mahal.

Tentunya barang yang kita beli tidak serta merta langsung dapat kita ambil. Pemilik toko online masih memerlukan jasa pengiriman. Dan yang menentukan biaya kirim barang adalah pemilik jasa pengirimaan barang seperti JNE, TIKI, Pos Indonesia, dan sebagainya


4. Resiko Penipuan

hati-hati kita terhadap toko online yang Cuma menipu. Pastikan wbsite tempat belanja online terpercaya. Resikonya: uang sudah ditransfer tapi barang tidak di kirim dan gak pernah dikirim selamanya.

Selamat Berbelanja Online..

1.3. Perkembangan Situs Jual Beli Online di Indonesia

  Istilah online seakan sudah melekat dalam jati diri masyarakat dunia. Internet bukan lagi sesuatu yang mewah karena akses terhadap ‘dunia lain’ di luar sana menjadi sangat mudah, sehingga kebutuhan yang bisa dicapai di dalamnya juga sangat beragam. Salah satu perkembangan internet yang sangat dimaksimalkan potensinya bisa kita lihat dari segi bisnis, dan contoh kecilnya adalah jual-beli online seperti yang ada di www.lamido.co.id">Lamido.co.id, di mana perkembangan sistem jual-beli online tersebut pun sudah sangat pesat terjadi di Indonesia secara khusus.


BAB II 

SEJARAH E-COMMERCE

2.1. Pengertian E-Commerce

    Menurut situs wikipedia.org, Bisnis online dikenal dan digambarkan sebagai Perdagangan elektronik. Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. 

E-commerce mungkin sebuah konsep yang relatif baru dibandingkan dengan fenomena lain; namun akan menarik untuk mengikuti sejarah tidak peduli betapa singkat. Tentu saja konsep perdagangan internasional telah ada untuk waktu yang lama dan orang-orang telah terlibat dalam pertukaran yang baik dan jasa dalam bentuk impor / ekspor dan sumber global dalam bentuk lain sejak kembali panjang. Dalam artikel ini sejarah singkat e-commerce, kita akan melihat sehingga kontribusinya terhadap konsep perdagangan internasional dapat diputuskan dalam perspektif yang benar serta perannya dalam mempromosikan perpindahan lintas batas baik dan jasa atau impor / ekspor dan global sumber.

Dalam arti sebenarnya dari dunia e-commercetelah ada jauh sebelum penggunaan evolusi dan umum dari mesin keajaiban yaitu komputer. Hal ini seharusnya tidak mengejutkan karena teknologi elektronik telah ada sejak jauh sebelum munculnya komputer dan telah menjadi fenomena perdagangan internasional dalam berbagai bentuk seperti impor / ekspor dan mencari alternatif yang layak telah ada, yang membentuk global sourcing.

Masih ini tidak berarti bahwa e-commerce telah ada selama berabad-abad, tetapi catatan yang tersedia awal atau e-commerce tersedia sedini tahun 1984 ketika maka pertukaran data elektronik diciptakan, yang membantu perusahaan untuk melaksanakan transaksi mereka dalam banyak lebih dapat diandalkan cara dari sebelumnya dalam hal perdagangan internasional, impor / ekspor dan sumber global.

Catatan pertama dari perusahaan membiarkan orang membeli barang dari komputer hadir pada awal 1992 dalam bentuk Compuserve, yang tidak mungkin menawarkan dorongan besar untuk perdagangan internasional, impor / ekspor atau sumber global tapi itu memberikan dasar yang sederhana untuk pengembangan masa depan di arena.

Tahun 1995 tidak bisa dilupakan karena menandai awal dari dua raksasa dari Amazon dan Ebay yang tidak membutuhkan pengenalan hari ini sudah pasti memberikan kontribusi dengan cara mereka sendiri untuk perdagangan internasional, impor / ekspor dan sumber global. Infact sedini tahun 1999, penjualan ritel di internet telah mencapai setinggi dua puluh miliar dolar.


Sebenarnya, sejak kapankah bisnis online menjadi booming di dunia? Inilah sejarah e-commerce atau di Indonesia kita kenal sebagai bisnis online. Perkembangan bisnis yang sangat pesat, menimbulkan persaingan pasar yang cukup ketat. Setiap harinya muncul pelaku bisnis yang mengenalkan produknya dengan kreativitas dan inovasi baru, sehingga persaingan pasar pun tidak bisa dihindarkan lagi. Jika para pelaku usaha online tidak berusaha menjadi diri yang kreatif dan inovatif, usahanya hanya akan tergerus persaingan pasar.

Kreatif dan inovatif dalam menjalankan bisnis , menjadi salah satu kunci sukses sebuah bisnis untuk memenangkan persaingan pasar. Peningkatan dua situ mencapai hingga 31% di indonesia, perkembangan e-commerce di tandai dengan bertmbuh nya situs jual beli di tambah dengan marak nya istilah startup yang dipakai oleh kaum muda di indonesia untuk memulai bisnis berbasis internet. Di indonesia mencari referensi kebutuhan barang atau jasa dilakukan melalui media internet, data spire menunjukkan 90% orang mencari referensi/informasi melalui rekomendasi dari orang yang mereka kenal, sementara sejumlah 10% merupakan opini atau testimoni mereka saja.

Keuntungan-keuntungan lain yang dapat dimanfaatkan para pelaku bisnis online yaitu: kemudahan dalam segi modal, karena bisnis online tidaklah terlalu membutuhkan modal yang besar, cukup dengan satu unit komputer dan jaringan internet.

Manfaatkan jaringan internet untuk menjangkau konsumen, karena internet bersifat global dan mendunia sehingga kita dapat menjangkau kosumen yang jauh dengan mudah dengan mempromosikan produk dengan mudah di internet. salah satu caranya dengan membuat blog atau website sederhana.


2.2.  Sejarah E-Commerce di Indonesia


Baru beberapa waktu lalu, pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengumumkan bahwa Jack Ma resmi menjadi penasihat e-commerce Indonesia. Tokoh di balik raksasa Alibaba Group tersebut pun diharapkan dapat membantu tim perumus peta arah perkembangan e-commerce Tanah Air, demi memaksimalkan potensi sektor perdagangan digital ini.

Tak tanggung-tanggung, penawaran untuk Jack Ma dilakukan dengan sangat serius. Seperti diberitakan Kompas.com, Presiden Joko Widodo sudah bertemu dengan Jack Ma di Hangzhou pada September 2016. Kemudian difinalisasi dalam pertemuan dengan Menkominfo Rudiantara dan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di Beijing, Tiongkok, 22 Agustus lalu.

Bukan hanya Jack Ma, pemerintah juga mengincar nama-nama besar lainnya sebagai penasihat.

Beberapa minggu sebelum itu, jagat e-commerce Indonesia sudah ramai dengan beraneka kabar dan berita. Secara garis besar, bisa dibagi sebagai berikut.

• Hadirnya brand baru

• Terjadinya akuisisi

• Terjadinya perubahan tren belanja

• Terjadinya perubahan struktur dan figur

• Adanya suntikan dana

• Adanya brand yang tutup atau berhenti beroperasi


Segala hal yang terjadi dalam dunia e-commerce Indonesia, bisa dipastikan tak akan jauh dari topik-topik di atas. Selain mengenai Jack Ma, beberapa hal lain yang sedang hangat saat ini seperti suntikan dana sebesar USD 1,1 miliar atau setara Rp 14,7 triliun dari Tiongkok untuk marketplace Tokopedia pertengahan Agustus lalu, seolah menjadi manuver besar setelah sebelumnya ada kompetitor dari negeri yang sama berinvestasi ke Go-Jek dan Traveloka.


Dengan demikian, tak aneh bila muncul proyeksi bahwa transaksi e-commerce Indonesia bisa mencapai Rp 144 triliun pada 2018 mendatang, dua kali lipat lebih dari APBD Provinsi DKI Jakarta tahun anggaran 2017.

Luar biasa banget, kan? Namun di belakang segala keseruan dunia e-commerce Indonesia, sudah ada lebih dari 24 tahun catatan perjalanan dan pencapaian dalam sejarah sektor yang satu ini. Barangkali hanya ada segelintir orang yang bisa membayangkan semua ini pada 1994 silam, ketika penyedia layanan internet pertama kali hadir di Indonesia.

BAGAIMANA INI BERMULA?

1994-1999 

 Jalan ceritanya mungkin akan berbeda, atau bahkan sangat sulit membayangkan angka Rp 14,7 triliun dan bentuk-bentuk pemanfaatannya, jika IndoNet tidak hadir sebagai Internet Service Provider (ISP) komersial pertama di Indonesia 23 tahun silam.


Kehadiran IndoNet menjadi pembuka kesempatan dan peluang pemanfaatan teknologi telekomunikasi dan informasi yang sebesar-besarnya dalam segala bidang, termasuk perdagangan. Kendati pada awalnya, internet baru semata-mata digunakan sebagai media komunikasi dan perpanjangan promosi, bukan sebagai platform untuk melakukan transaksi itu sendiri.


Kala itu, layanan internet dimanfaatkan untuk menjadi etalase digital. Konsumen dapat melihat barang yang diinginkan, tetapi proses negosiasi dan jual beli tetap dilaksanakan dengan cara-cara konvensional. Paling tidak lewat sambungan telepon. Cara ini berlaku umum, dan dijalankan oleh para pemilik toko yang sudah merambah ke jagat maya.

Seiring berjalannya waktu, ide-ide untuk memaksimalkan pemanfaatan layanan internet terus bermunculan, termasuk dalam bentuk perdagangan elektronik dan komunitas virtual. Seperti yang dipaparkan Ketua Indonesia e-Commerce Association (idEA) Daniel Tumiwa 2016 lalu. Tahap ini ditandai dengan hadirnya Bhinneka.Com, dan forum Kaskus pada 1999, walaupun rintisannya sudah dilakukan beberapa tahun lebih awal. Selain itu, muncul juga startup berita berupa portal Detik di tahun yang sama.

Setelah tiga tahun berdiri sejak 1993, situs Bhinneka.com diluncurkan pada 1996. Hanya saja saat itu masih sebatas company profile, sekadar menampilkan detail kontak dan beberapa hal mendasar lainnya. Selain Bhinneka.com, di 1996 juga tercatat hadirnya toko buku online pertama di Indonesia, yaitu sanur.com. Sekarang situs ini sudah tidak aktif. Sebagai pionir, sayangnya tidak bertahan lama.


2.3. Perkembangan E-Commerce di Indonesia



Di Indonesia, sistem E-commerce ini kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.

Perkembangan e-Commerce di Indonesia pada tahun-tahun mendatang. E-commerce sebetulnya dapat menjadi suatu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Hal ini tak lepas dari potensi berupa jumlah masyarakat yang besar dan adanya jarak fisik yang jauh sehingga e-commerce dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sayangnya, daya beli masyarakat yang masih rendah dan infrastruktur telekomunikasi yang tidak merata di daerah-daerah lainnya membuat e-commerce tidak begitu populer. Hal ini tak lepas dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang hanya sekitar 8 juta orang dari 215 juta penduduk. Selain itu, e-commerce juga belum banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.


Meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai sarana perniagaan/perdagangan online. Sebagian besar homepage itu lebih difungsikan sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum ada tiga tahapan menuju e-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas dan transaksi. Saat ini, kebanyakan homepage yang dimiliki perusahaan Indonesia hanya mencapai tahap presence, belum pada tahap transaksi. Pada akhirnya, perkembangan teknologi dan peningkatan pengguna internet di Indonesia akan membuat e-commerce menjadi suatu bisnis yang menjanjikan


2.4. Keuntungan dan Kekurangan dari E-Commerce


  Dalam implementasinya, keuntungan dari e-commerce tidak saja dirasakan oleh para pebisnis tetapi juga dapat dirasakan oleh konsumen, masyarakat luas dan pemerintah. Di bawah ini merupakan gambaran keuntungan dan kekurangan dari e-commerce yang dirangkum dalam tiga bagian, dalam prespektif produsen, konsumen serta masyarakat dan pemerintahan. Adapun keuntungan e-commerce pada produsen adalah:

– Memberikan kesempatan kepada produsen untuk meningkatkan pemasaran produk/servicenya secara global.

– Mengurangi penggunaan paper/kertas di berbagai aktifitas mulai dari tahapan desain, produksi, pengepakan, pengiriman, distribusi hingga marketing.

– Mengurangi waktu delay dari pengiriman dan penyimpanan karena antara sistem produksi, pengepakan, penyimpanan dan distribusi terkoneksi secara online.

– Membantu perusahaan-perusahaan yang memproduksi produk/service yang sangat spesifik yang tidak dapat dipasarkan dalam bisnis secara fisik, karena keterbatasan konsumen, tempat dan biaya promosi yang tinggi.

– Mengurangi waktu dan biaya prosmosi dari produk/service yang dipasarkan karena tersedianya informasi secara menyeluruh di internet sepanjang waktu. Adapun keuntungan e-commerce pada konsumen adalah:

– Memberikan kesempatan konsumen yang berada di belahan dunia manapun untuk dapat menggunakan sebuah produk/service yang dihasilkan dari belahan dunia yang berbeda dan melakukan transaksi dan meraih informasi dari pihak pertama sepanjang tahun.

– Memberikan kesempatan konsumen untuk mendapatkan produk/service terbaik dari berbagai pilihan yang ada karena konsumen mendapat kesempatan untuk memilih berbagai jenis produk/service secara langsung.

– Memberikan kesempatan bagi konsumen yang terpisah tempat tinggalnya dari produsen untuk berinteraksi, berdiskusi dan bertukar pengalaman. Sehingga akan sangat menguntungkan produsen untuk meningkatkan kualitas produk/servicenya sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen. Adapun keuntungan e-commerce pada masyarakat dan pemerintah adalah:

– Semakin banyak manusia yang bekerja dan beraktifitas di rumah dengan menggunakan internet berarti mengurangi perjalanan untuk bekerja, belanja dan aktifitas lainnya, sehingga mengurangi kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.

– Meningkatkan daya beli dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produksi/service yang terbaik karena perusahaan yang mengeluarkan produk/service dapat menjualnya lebih murah karena biaya produksi yang rendah.

– Mengurangi pengangguran karena masyarakat semakin bergairah untuk berbisnis karena cara kerja yang gampang dan tanpa modal yang besar.

– Meningkatkan daya kreatifitas masyarakat, berbagai jenis produk dapat dipasarkan dengan baik, sehingga akhirnya juga membantu pemerintah untuk menggairahkan perdagangan khususnya usaha kecil menengah. Secara umum, implementasi e-commerce dalam bisnis dapat meningkatkan kualitas dari produk/service serta menurunkan biaya produksi yang akhirnya akan menurunkan harga penjualan. Ketika konsumen dapat memilih produk/service yang terbaik baginya, produsen terus semakin berlomba meningkatkan kualitas dari produk/service yang ada dan terus mencari ide-ide baru yang disukai pasar serta berusaha mengurangi biaya produksi agar tetap mendapatkan harga produk/service yang terjangkau. Jika siklus ini berjalan dengan baik, tingkat produksi dan kualitas akan terus meningkat, ragam dari produk/service akan semakin banyak dan harga akan semakin terjangkau. Selain itu semakin menumbuhkan kreatifitas dan keberanian bagi pemula bisnis untuk memulai usahanya karena setiap orang dapat memulai bisnisnya walau sekecil apapun dan sebegitu spesial produk/service yang dihasilkan.


BAB III 

Cara Membuat Salah Satu Akun Jual Beli Online "BUKALAPAK.COM"


Bukalapak merupakan salah satu pasar daring (online marketplace) terkemuka di Indonesia (biasa dikenal juga dengan jaringan toko daring ) yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Bukalapak. Seperti halnya situs layanan jual - beli daring (online) dengan model bisnis customer-to-customer (C2C), Bukalapak menyediakan sarana penjualan dari konsumen-ke-konsumen di mana pun. Siapa pun bisa membuka toko daring untuk kemudian melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia baik satuan ataupun dalam jumlah banyak. Pengguna perorangan ataupun perusahaan dapat membeli dan menjual produk, baik baru maupun bekas, seperti sepeda, ponsel, perlengkapan bayi, gawai (gadget), aksesori gawai, komputer, sabak (tablet), perlengkapan rumah tangga, busana, elektronik, dan lain-lain.


3.1. Sejarah Bukalapak


Bukalapak didirikan oleh Achmad Zaky pada awal tahun 2010 sebagai divisi agensi digital bernama Suitmedia[2] yang berbasis di Jakarta. Namun, Bukalapak baru berstatus sebagai sebuah Perseroan Terbatas (PT) pada September 2011 dan dikelola oleh manajemen yang dipimpin oleh Achmad Zaky sebagai CEO (Chief Executive Office) dan Nugroho Herucahyono sebagai CTO (Chief Technology Officer).


Setelah berdiri kurang lebih setahun, Bukalapak mendapat penambahan modal dari Batavia Incubator[3] (perusahaan gabungan dari Rebright Partners yang dipimpin oleh Takeshi Ebihara[4], Japanese Incubator dan Corfina Group). Di tahun 2012, Bukalapak menerima tambahan investasi dari GREE Ventures[5] yang dipimpin oleh Kuan Hsu[6].

Pada bulan Maret 2014, Bukalapak mengumumkan investasi oleh Aucfan, IREP, 500 Startups, dan GREE Ventures.[7] Tidak berselang lama dari pemberitaan tersebut, di tanggal 18 Maret 2014 Bukalapak pun meluncurkan aplikasi seluler untuk Android. Aplikasi yang dikenal dengan mobile Bukalapak tersebut diciptakan khusus untuk para penjual untuk mempermudah penjual dalam mengakses lapak dagangannya dan melakukan transaksinya melalui smartphone. Sejak pertama kali diluncurkan sampai dengan 3 Juli 2014, applikasi tersebut telah didownload oleh lebih dari 87 ribu user Bukalapak.

Walaupun baru berdiri kurang lebih 3 tahun, Bukalapak memiliki reputasi yang baik dalam hal customer service dan websitenya yang mudah untuk di akses. Bukalapak pun seiring dengan berjalannya waktu, semakin berkembang dengan inovasi terbarunya untuk mempermudah para pengguna Bukalapak untuk transaksinya.

Pada 25 Juni 2014 Bukalapak menambahkan fitur Quick Buy, yaitu di mana pembeli tidak perlu melakukan registrasi akun terlebih dahulu ketika akan membeli barang. Ketika muncul halaman, cukup isi data pembelian dan pembeli memilih tab Beli Tanpa Akun. Tahapan ini, pembeli cukup memasukkan email yang selalu aktif dan detail alamat pengiriman barang. E-mail aktif tersebut nantinya digunakan untuk mengirim tagihan pembayaran dan sebagai kontak untuk menghubungi pembeli jika terjadi kesalahan saat transaksi. Oleh karena itu untuk email diharapkan tidak salah dalam penulisannya, karena nantinya akan berpengaruh kepada verifikasi transaksi anda.

Bukalapak memiliki program untuk memfasilitasi para UKM yang ada di Indonesia untuk melakukan transaksi jual beli secara online. Hal ini dikarenakan transaksi melalui online dapat mempermudah UKM dalam menjual produk-produk yang mereka miliki tanpa harus memiliki toko offline. Untuk yang telah memiliki toko offline, Bukalapak mengharapkan dengan adanya situs tersebut dapat membantu meningkatkan penjualan toko offline tersebut.

Dari laporan keuangan EMTEK tahun 2015 (pemilik 49% saham Bukalapak), diketahui bahwa Bukalapak telah mendapatkan dana investasi dari EMTEK total hingga Rp 439 miliar. Namun sepanjang tahun 2015 Bukalapak tercatat masih merugi hingga Rp 229 miliar rupiah, dengan pemasukan Rp 6,4 miliar.


3.2. Jenis Produk

    Kategori ini sejenis kategori yang diolah menjadi kategori yang satu menjadi kategori yang lain jenis produk yang ada di Bukalapak meliputi: Handphone, Sepeda, Tablet, Aksesori Gadget, Anak-anak, Komputer, Laptop, Printer/Scanner, Media Penyimpanan Data, Fashion Wanita, Fashion Pria, Aksesori Fashion, Peralatan Elektronik, Audio & Video, Perlengkapan Rumah Tangga, Perlengkapan Bayi, Sampai dengan Buku ataupun Alat Musik dan lain-lain.


3.3. Proses Sistem Pembayaran Transaksi

   Ketika calon pembeli ingin membeli sebuah barang dari penjual di Bukalapak, maka pembeli harus melakukan transfer pembayaran ke Bukalapak terlebih dahulu. Jika transfer telah berhasil, Bukalapak akan memberi tahu penjual bahwa pembayaran sudah diterima oleh Bukalapak dan penjual bisa melakukan pengiriman barang yang sudah dipesan pembeli melalui pesan sms. Ketika barang tiba di pembeli, pembeli melakukan konfirmasi penerimaan barang kepada Bukalapak, dan Bukalapak akan melakukan transfer uang pembelian kepada penjual. Dengan program jaminan ini, bila pembeli tidak menerima barang sampai batas waktu tertentu, dana pembeli akan dikembalikan 100%.


3.4. Cara Membuat Akun Bukalapak

  TUTORIAL PENDAFTARAN - Cara Membuat Akun Bukalapak.com. Bukalapak adalah sebuah toko online terpercaya di Indonesia yang dimiliki dan dijalankan oleh sebuah perusahaan di Indonesia bernama PT. Bukalapak. Melelui website/situs jual belinya di www.bukalapak.com mereka mengupayakan adanya interaksi antara penjual dan pembeli melalui sistem online.


Disana ada penjual atau biasa disebut pemilik lapak dan juga ada pembeli yaitu setiap orang yang berencana dan akan melakukan transaksi dengan membeli barang/jasa yang ditawarkan oleh pihak penjual. Penjualnya pun bukan hanya satu orang, melainkan ribuan orang terdaftar yang mengiklankan produk dagangan mereka di situs bukalapak.com


3.5. Cara mendaftar bagi yang belum mempunyai akun

  Klik daftar pada gambar yang dilingkari.


3.6. Cara login 

Isilalah kolom yang sudah tersedia.


3.7. Cara menjual barang di Bukalapak

1. registrasi dan mengikuti langkah selanjutnya setelah itu klik “jual Barang”.

2. memantau terus lapak anda walaupun bukalapak akan mengirimkan pesan ke nomor yang anda masukkan apabila ada orderan :D

kelola transaksi/order yang diterima

disini ada 5 status pengiriman :

• Menunggu

(Barang telah dipesan oleh pembeli tapi belum membayar)

• Dibayar

(Pembeli sudah membayar ke bukalapak, jadi seller sudah bisa mengirim barang ke pembeli)

• Dikirim

(input resi dan status akan berubah jadi barang sudah dikirim)

• Diterima

(Barang sudah diterima oleh pembeli kemudian saldo akan masuk ke dompet bukalapak kita)

• Selesai

(Uang hasil penjualan sudah ditransfer ke rekeningmu)

pertama kalinya ngeblog di bukalapak. mohon maaf kalau ada yang kurang mohon pencerahannya  

teks tebal semoga bermanfaat buat kamu yang ingin berjualan dibukalapak

sangat mudah karena fiturnya friendly banget untuk yang gaptek seperti saya dan aman untuk berjualan karena menggunakan fitur rekening bersama 100% aman.


3.8. Cara Membeli barang 

  Belanja di Bukalapak itu mudah dan aman. Transaksi dijamin aman karena ada Payment System yang melindungi pembeli dari penipuan. Dana transaksi dikembalikan 100% jika barang tidak dikirim.



DAFTAR PUSTAKA



http://tustiya.blogspot.co.id/2013/05/sejarah-jual-beli-online-di-dunia-dan.html


http://pisceso.blogspot.co.id/


https://www.seniberpikir.com/internet-jual-beli-online-dan-perkembangannya-di-indonesia/


http://www.contohsurat.co.id/2017/01/pengertian-e-commerce.html


https://www.kompasiana.com/www.bhinneka.com/59b25877085ea65943594dc2/sejarah-e-commerce-indonesia-apa-yang-telah-dan-akan-terjadi


https://fardiansyah7fold.wordpress.com/e-commerce-dan-perkembangannya-di-indonesia/


https://black711.wordpress.com/2011/10/30/keuntungankerugiane-commerc/


https://id.wikipedia.org/wiki/Bukalapak


https://id.wikipedia.org/wiki/Bukalapak


https://id.wikipedia.org/wiki/Bukalapak


http://cara-mendaftar.blogspot.co.id/2014/08/cara-membuat-akun-bukalapakcom.html



Posting Komentar

© IMAGINATOR ID. All rights reserved. Developed by Jago Desain