Contoh Soal Essay Ujian Profesi Advokat (UPA) Surat Kuasa dan Gugatan


Selamat datang di IMAGINATOR ID adalah blog yang membahas tentang berbagai hal mengenai tutorial, informasi, kumpulan soal-soal ujian, dan beberapa karya ilmiah untuk kali ini saya akan membahas salah satunya. 

Tulisan ini hanya mengupas hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat Surat Kuasa dan Surat Gugatan (ada dua soal diminta pilih salah satu antara Gugatan Arbitrase atau Gugatan Perdata (+ Surat Kuasa), tulisan ini khusus untuk Surat Kuasa + Surat Gugatan Perdata). Tulisan ini disarikan oleh penulis dari Pendidikan Keadvokatan di Jakarta.

Nama dan Kasus yang tertulis disini hanyalah rekayasa belaka, dan ini hanya simulasi untuk kepentingan pendidikan, tidak dalam rangka pendukungan atau penjatuhan nama baik pihak tertentu. Jika ada kesamaan Nama dan Kasus hanyalah kebetulan belaka.

Total nilai minimal kelulusan (seperti yang tertulis di buku panduan ujian advokat tahun 2008) adalah 70 dalam skala 100. Dengan pembagian bobot nilai 70 untuk pilihan ganda (dari 120 soal maka nilai persoal yang dijawab benar 70 : 120 = 0.58), dan 30 untuk Esai. Jika untuk soal Esai hukum acara perdata, maka nilainya 15 untuk masing-masing Surat Kuasa dan Surat Gugatan. Sedangkan sistem penilaian sola esai menggunakan sistem point yaitu 50 point, maka 25 point untuk Surat Kuasa dan 25 point untuk Surat Gugatan.

Duduk Perkara :

Loki, seorang pedagang yang berusia 40 tahun bertempat tinggal di Jl. Perwira gang Damai No. 20 Prabumulih, Sumsel. Ia akan membuka usaha namun kekurangan modal. Untuk itu ia meminjam kepada Thor, Umur 40 Tahun seorang wiraswasta yang beralamat di Jl. Merdeka No. 22 Jakarta Utara. Perjanjian utang piutang tersebut dilaksanakan dihadapan Firlandia Muchtar, S.H, Mkn., Notaris di Prabumulih pada tanggal 14 Februari 2012 dalam perjanjian No. 09, dimana dalam perjanjian tersebut Thor meminjamkan uang kepada Loki sebesar Rp. 120.000.000,- (seratus dua puluh juta rupiah) dengan Jaminan Tanah dan Bangunan Milik Loki yang terletak di Jl. Gadjah Mada No. 11 Prabumulih tercatat sebagai Hak Milik No. 13 seluas 120m2. Berdasarkan perjanjian itu Loki harus melunasi utangnya dengan cicilan tiap bulannya sebesar Rp. 6.000.000,-. Setelah berjalan setahun ternyata Loki hanya membayar sebagian utang pokoknya  sebesar yang totalnya  sejumlah Rp. 72.000.000,- ( tujuh puluh dua juta rupiah ).  Bahkan pada bulan berikutnya Loki tidak membayar sama sekali  pinjaman pokoknya, sehingga total tunggakan adalah Rp. 48.000.000,- ( empat puluh delapan juta rupiah ). Hal ini membuat Thor melalui pengacaranya memberikan teguran kepada Loki yaitu pada tanggal 15 Maret 2013 dan tanggal 15 Mei 2013, namun ternyata Loki selalu beralasan, dan membuat Thor terganggu waktu, tenaga, dan pikirannya sehingga mengalami kerugian yang ditaksir Rp. 20.000.000,-. Setelah dua somasi tidak dihiraukan oleh Loki, akhirnya pada tanggal 1 Juli 2013, Thor meminta pengacaranya Avengers, S.H, M.Hum dan Guardian Of Galaxy, S.H dari Kantor Advokat dan Konsultan Hukum Marvel Cinema Universi & Rekan, Jl. Kusuma Bangsa No. 14 Jakarta Utara, mengajukan gugatan terhadap Loki di Pengadilan Negeri Kota Jakarta Utara.

Diminta :

1.      Surat kuasa dari Thor kepada pengacaranya

2.      Surat gugatan terhadap Loki, disertai permohonan sita jaminan

Jawaban No. 1 :

1.    Judul Surat yaitu “Surat Kuasa”

2.    Identitas Pemberi Kuasa (minimal Nama, Umur, Pekerjaan, Alamat)

3.    Kata-kata “selanjutnya disebut PEMBERI KUASA”

4.    Kata-kata “Dalam hal ini memilih domisili hukum di kantor kuasanya, dengan ini memberi kuasa kepada: …”

5.    Identitas Penerima Kuasa (karena dalam hal ini Advokat maka cukup, Nama, Advokat pada kantor hukum/advokat mana?, Alamat kantor hukum/advokat)

6.    Kata-kata “dalam hal ini dapat bertindak secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri” (hal ini jika advokat yang diberi kuasa ada dua atau lebih)

7.    Kata-kata “selanjutnya disebut PENERIMA KUASA”

8.    Kata-kata “KHUSUS”

9.    Kata-kata “Bertindak untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, mewakili, dan membela kepentingan hukum Pemberi Kuasa selaku Penggugat”

10.  Kata-kata “untuk membuat, menandatangani dan mengajukan gugatan perdata”

11.  Kata-kata “di Pengadilan Negeri … (mana?, penting untuk diperhatikan kompetensi relatifnya)”

12.  Kata-kata “……… (kualifikasi gugatan? misal Wanprestasi)”

13.  Kata-kata “terhadap …. (identitas Tergugat, minimal Nama, Umur, Pekerjaan, Alamat)”

14.  Kata-kata umum, misal : Untuk selanjutnya, Penerima Kuasa dikuasakan untuk mewakili, mendampingi dan atau memperjuangkan hak-hak Pemberi Kuasa, menghadap dimuka pengadilan Negeri …….. (mana), atau di Pengadilan Negeri dalam yuridiksi perkara a quo, menghadap Pejabat- Pejabat, Panitera-Panitera, Hakim-Hakim, membuat, menandatangani dan mengajukan setiap tanggapan, Replik, Akta Pembuktian, Kesimpulan, memberi dan atau menolak  bukti-bukti, saksi-saksi, keterangan-keterangan, meminta dan atau mengembalikan sumpah, melakukan perdamaian dengan terlebih dahulu disetujui oleh Pemberi Kuasa dan selagi  menguntungkan, melakukan dan atau menerima pembayaran, serta menandatangai kwitansi-kwitansi, serta melakukan upaya hukum Banding (membuat, menandatangani dan  mengajukan Memori Banding atau Kontra Memori Banding) atau upaya hukum Kasasi (membuat, menandatangani dan mengajukan Memori Kasasi atau Kontra Memori Kasasi). Pendek kata, penerima Kuasa diberi keleluasaan untuk dapat melakukan segala tindakantindakan dan upaya-upaya hukum yang dianggap baik dan perlu berkaitan dengan perkara ini, sekalipun tidak disebut secara rinci, sepanjang tersedia dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

15.  selanjutnya kuasa ini dengn tegas diberikan hak subsitusi dan hak retensi

16.  Kata-kata penutup misal “Demikian Surat Kuasa ini dibuat, dan berlaku sejak ditandatangani”

17.  Tempat tanggal tahun ditandatangani (diatas nama Pemberi Kuasa).

18.  Penerima Kuasa (tanda tangan dan nama terang) dan Pemberi Kuasa (tanda tangan dan nama terang)

19.  Materai yang bernilai Rp 6000 dan beri tanggal (buat kotak di nama Pemberi Kuasa)

 

SURAT KUASA (1)

Yang bertandatangan dibawah ini :

(identitas pemberi kuasa) Nama, No. KTP, umur, pekerjaan, alamat.

Selanjutnya disebut sebagai ”Pemberi Kuasa” (3)

Dalam hal ini memilih domisili hukum di kantor kuasanya (4) dengan ini memberi kuasa kepada :

1.    (Nama Advokat/ Penerima Kuasa)

2.    (Nama Advokat/ Penerima Kuasa)

Para Advokat yang beralamat di kantor Hukum (nama kantor) di (alamat kantor)  (5). 
dalam hal ini bertindak baik secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri (kalau penerima lebih dari satu) (6), yang untuk selanjutnya disebut sebagai  Penerima Kuasa (7).

---- KHUSUS ---- (8)
Bertindak untuk dan atas nama Pemberi Kuasa, mewakili dan membela kepentingan Hukum Pemberi Kuasa selaku Penguggat (9) dalam hal membuat dan menandatangani serta mengajukan gugatan (10) ke pengadilan negeri (mana)? (11), akibat perbuatan (kualifikasi gugatan)   (12)  terhadap …. (identitas tergugat) Nama, No. KTP, umur, pekerjaan, alamat. (13) berdasarkan surat perjanjian (kalau ada nomor surat).
 
Untuk selanjutnya, Penerima Kuasa dikuasakan untuk mewakili, membuat, mendampingi, menghadap pejabat-pejabat, instansi-instansi yang berwenang, menghadap dimuka sidang pengadilan negeri (mana)? Memberikan jawaban dan tanggapan serta dapat mengambil tindakan yang dianggap perlu dan penting selama manjalankan perkara yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (14) selanjutnya kuasa ini dengan tegas diberikan hak subsitusi dan hak retensi. (15)

Demikian Surat Kuasa ini dibuat, dan berlaku sejak ditandatangani. (16)

 

                                                                                                Jakarta, …….,2020 (17)

Penerima Kuasa                                                                     Pemberi Kuasa (18)

                                                                                                (MATERAI Rp.6000) (19)

 

 

(………………………………….)                                         (…………………………………..)



Jawaban No. 2 :

1.      Kata-kata tujuan alamat : Kepada : Yth. Ketua Pengadilan Negeri… (mana?, penting untuk diperhatikan kompetensi relatifnya) (alamat Pengadilan tersebut, mana?)

2.      Kata-kata “Perihal : Gugatan… (kualifikasi gugatan? misal Wanprestasi)”

3.      Kata – kata :“Dengan Hormat, Dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini…. (identitas Penggugat, Nama, Advokat pada kantor hukum/advokat mana?, Alamat kantor hukum/advokat)”

4.      Kata-Kata : “Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama kepentingan hukum klien kami :”

5.      Identitas Pemberi Kuasa (minimal Nama, Umur, Pekerjaan, Alamat), dan Kata-Kata : “Untuk selanjutnya disebut sebagai “Penggugat””

6.      Kata-Kata : “berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal………. (terlampir)”

7.      Kata-Kata : “Dalam hal ini mengajukan Gugatan Wanprestasi terhadap :”

8.      Indentitas Tergugat (minimal Nama, Umur, Pekerjaan, Alamat), dan Kata-Kata : “Untuk selanjutnya disebut sebagai “Tergugat””

9.      Kata-Kata : “ Adapun Dasar-Dasar Gugatan ini diajukan adalah sebagai berikut :”

10.   Uraian Kejadian, meliputi Obyek Perkara, Fakta Hukum (wanprestasi atau Perbuatan Melawan Hukum), Kualifikasi perbuatan Tergugat. (termasuk dalam Posita)

11.   Uraian Ganti rugi, termasuk Materiil dan immateriil (termasuk dalam Posita)

12.   Uraian Provisi (termasuk dalam Posita)

13.   Uraian Sita Jaminan (termasuk dalam Posita)

14.   Kata-Kata : “ Bahwa atas dasar serta alasan-alasan uraian diatas maka kami Penggugat mohon agar (Majelis Hakim) Pengadilan Negeri ….. (mana?) *) berkenan menjatuhkan putusan sebagai berikut :“ 

15.   Tuntutan Provisi (termasuk dalam Petitum)

16.   Tuntutan Perkara (termasuk dalam Petitum)

17.   Kata-Kata : “Jika (Majelis Hakim) Pengadilan Negeri ….. (mana?) *) berpendapat lain, maka kami mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono)”

18.   Tempat, tanggal, tahun ditandatangani

19.   Kata-Kata : “Hormat Kami(dan tanda tangan dan nama terang Kuasa Penggugat

untuk beberapa contoh ada yang menggunakan “Majelis Hakim”, tapi ada beberapa pendapat, bahwa saat surat gugatan tersebut diajukan pada Ketua Pengadilan dan Majelis Hakim yang menangani gugatan tersebut belum dibentuk, istilah “Majelis Hakim” bisa digunakan saat perkara sudah dipersidangkan. Saya lebih setuju demikian, jika anda menggunakan “Majelis Hakim” juga dipersilahkan.

 

Catatan tambahan :

·       Tambahkan keterangan Alat bukti (misal : “(bukti P-1)”, dst) untuk kesempurnaan nilai.

·       Detailkan permasalahan dalam Posita, meskipun mungkin di soal tidak dijelaskan (karangkarang aja sendiri, tapi jangan melebar, yang penting-penting aja).

·       Kepada Ketua Pengadilan mana juga penting, perhatikan kompetensi relatifnya, agar gugatan tidak dianggap kabur.

·       Identitas Tergugat dan Penggugat juga penting, agar Gugatan tidak dianggap kabur.

·       Antara Posita dan Petitum harus singkron. Kalau trik saya, konsepkan dulu Petitum Gugatan baru saya tulis Positanya, hal ini supaya tiap Petitum Gugatan ada dasar Positanya.

Hal-hal yang sifatnya umum untuk diperhatikan, untuk peningkatan kesempurnaan nilai :

·       Tanggal dibuatnya Surat Kuasa dengan Surat Gugatan harus berselang hari, lebih bagus 3 hari, akan sangat fatal jika Surat Gugatan tertanggal lebih dulu daripada Surat Kuasa.

·       Jika di Surat Kuasa, Kuasa Hukum ada 2 orang, di Surat Gugatan diwajib ada 2 orang Kuasa Hukum yang tanda tangan. 1 boleh. Tapi ingat jangan terbalik di Surat Kuasa, Kuasa hukumnya ada 1 orang, lha di Surat Gugatan ada 2 Orang, ini akan fatal sekali.

·       Perhatikan betul-betul mengenai kompetensi relatifnya, ini sangat penting, karena salah tempat maka surat kuasa dan gugatan yang telah dibuat tidak ada artinya, misal menggunakan kota jakarta perhatikan betul-betul, karena jakarta terbagi 5 wilayah Jakarta Pusat, Jakbar, Jaksel, Jaktim dan Jakut. Jangan asal cari selamat menggunakan Jakarta saja, nilai anda nol besar untuk itu, perlu di ingat Ujian Advokat bukan ujian Sekolah, “asal diisi misal salah dapat nilai sebagai upah nulis”, salah pada Ujian Advokat berarti NOL!! Terutama terkait Tanggal, identitas para pihak, dan kompetensi relatif, serta untuk Surat Gugatan antara Posita dan Petitum harus singkron, jadi mohon diperhatikan benar-benar. Karena Menurut pendapat Dosen saya waktu itu, bahwa Surat Kuasa dan Surat Gugatan yang anda buat adalah simulasi mengajukan Gugatan ke Pengadilan. Jika hal tersebut tidak terperhatikan, maka Majelis Hakim bisa menolak gugatan, jika demikian maka anda harus mengajukan proses gugatan lagi dari awal atau mengulang gugatan.

·       Silahkan anda belajar menulis dengan tangan yang bagus, yang jelas, yang mudah dibaca orang lain, supaya pihak korektor bisa memberi anda nilai yang sesuai, jika tulisan tangan anda jelek, maka bisa jadi (sekali lagi bisa jadi, artinya belum tentu) korektor malas membaca tulisan anda dan memberi nilai anda “NOL”, upayakan jangan banyak coretan, bawalah tipe ex.

·       Selain belajar dan latihan, ada hal yang lebih penting yaitu DOA dan SEDEKAH. Cuma Tuhan yang bisa menentukan nasib kita. Kita semua cuma bisa berusaha. Berdoalah. Mohonkanlah kebaikan yang akan terjadi pada dirimu. Dan Sedekah menjadikan jalanmu terasa lebih mudah. Amiinnn..

 

SURAT GUGATAN 

Kepada Yth,

Ketua Pengadilan Negeri (mana)? (1)

Jl. (alamat)

 

Perihal : Gugatan (kualifikasi gugatan)? (2)

 

Dengan hormat,

Dengan ini kami (nama Advokat) dan (nama Advokat)  , masing-masing, (jika lebih dari satu) Advokat dari Kantor Hukum (nama kantor), yang beralamat di (alamat kantor), (3) Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama kepentingan hukum klien kami: (4) (identitasi pemberi kuasa) Nama, No. KTP, Umur, Pekerjaan (kedudukan), Alamat. Untuk selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT (5)

Berdasarkan kekuatan Surat Kuasa Khusus tertanggal (terlampir, kalau ada) (6),

Dalam hal ini mengajukan Gugatan (wanprestasi) terhadap : (7)  (identitas tergugat) Nama, No. KTP, Umur, Pekerjaan (kedudukan), Alamat. Untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT (8)

 Adapun dasar-dasar Gugatan ini diajukan adalah sebagai berikut : (9)

(Posita) atau uraian kronologi kasus posisi

1.    Bahwa pada tanggal 14 Februari 2013 pihak penggugat dan pihak tergugat bersepakat mengadakan perjanjian utang piutang sebesar Rp.120.000.000,- (Seratus Dua Puluh Juta Rupiah) yang tertuang dalam akta No.09 Notaris Finlandia Muchtar.S.H.Mkn di Prabumulih.

2.    Bahwa berdasarkan perjanjian utang piutang dengan akta notaris tersebut Pihak tergugat harus melunasi utang pinjamannya dengan cicilan tiap bulannya sebesar Rp.6.000.000,- (Enam Juta Rupiah)

3.    Bahwa setelah berjalan setahun ternyata pihak tergugat hanya membayar sebagian hutang pokoknya yang sebesar total jumlahnya Rp. 72.000.000,- (Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah).

4.    Bahwa pada bulan berikutnya pihak tergugat sama sekali tidak membayar utang pinjamannyasehingga jumlah hutang total tunggakanutang pinjamannya sebesar Rp. 48.000.000,- (Empat Puluh Delapan Juta Rupiah).

5.    Bahwa sebelum gugatan ini diajukan ke pengadilan negeri prabumulih pihak penggugat telah melakukan upaya yang patut dengan cara melayangkan surat teguran (somasi) sebanyak dua kali yaitu tertanggal 15 Maret 2013 dan tanggal 15 Mei 2013, namun pihak tergugat selalu beralasan sehingga hal tersebut menunjukan bahwa pihak tergugat telah melakukan wanprestasi (Ingkar Janji) terhadap perjanjian utang piutang dengan akta No.09 Notaris Finlandia Muchtar. S.H.Mkn  Notaris Prabumulih. (10)

6.    Bahwa akibat dari perbuatan wanprestasi yang dilakukan oleh tergugat menimbulkan kerugian pada pihak penggugat yaitu sebesar Rp.48.000.000,- (Empat Puluh Delapan Juta Rupiah)

7.    Bahwa akibat dari perbuatan wanprestasi yang dilakukan tergugat menimbulkan kerugian terhadap penggugat, yang dapat penggugat rinci sebagai berikut :

·         Kerugian Materril : Berupa sisa utang pinjaman tergugat sebesar Rp.48.000.000,- (Empat Puluh Delapan Juta Rupiah)

·         Kerugian In Materril : terganggunya waktu,tenaga,pikiran dan perasaan Pihak penggugat yang bila di uangkan sebesar Rp.20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah). (11)

8.    Bahwa untuk menjamin pihak tergugat melaksanakan kewajibannya terhadap putusan perkara ini dan agar gugatan yang diajukan dari pihak penggugat tidak menjadi sia-sia,maka kami pihak penggugat mohon agar majelis hakim pengadilan negeri prabumulih meletakan sita jaminan (Consevotoor beslagg) terhadap harta kekayaan dari tergugugat berupa tanah dan bangunan yang terletak di jl. Gajahmada No.II Prabumulih yang tercatat sebagai hak milik No.13 seluas 120 m2. (12)

9.    Bahwa karena perkara perkara ini menimbulkan akibat maka sudah layak dan patut jika pihak tergugat dihukum untuk membayar semua biaya yang timbul dalam perkara ini. (13)

 Bahwa atas dasar serta alasan-alasan diatas maka kami Penggugat memohon agar (Majelis Hakim) Pengadilan Negeri (mana)? berkenan menjatuhkan putusan sebagai berikut : (14)

 (Petitum)

1.    Mengabulkan gugatan penggugat untuk semuanya (15)

2.    Menyatakan pihak tergugat telah melakukan wanprestasi terhadap perjanjian utang piutang sesuai dengan akta No.09 Finlandia Muchtar S.H.Mkn Notaris Prabumulih.

3.    Menyatakan Perjanjian utang piutang sesuai dengan akta N0.09 Finlandia Muchtar S.H.Mkn notaris prabumulih adalah perjanjian yang sah

4.    Menghukum pihak tergugat membayar /mengembalikan sisa utang pinjamannya sebesar Rp.48.000.000,-(Empat Puluh Delapan Juta Rupiah) (16)

5.    Menghukum pihak tergugat untuk mengganti kerugian inmaterill yang dialami pihak penggugat sebesar Rp.20.000.000,-(Dua puluh juta rupiah)

6.    Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (Conservatoir Beslagg) atas harta kekayaan milik tergugat berupa tanah dan bangunan yang terletak di Jl.Gajah mada No.II yang tercata sebagai hak milik seluas 120 m2.

7.    Membebankan semua biaya yang timbul dalam perkara ini kepada pihak tergugat.

 
Atau (Subsider)

Jika (Majelis Hakim) Pengadilan Negeri (mana)? berpendapat lain, maka kami mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) (17).

 

Jakarta,................2020 (18)

Hormat Kami

Kuasa Hukum Penggugat

           



(ttd) (Advokat)............................ (19)



NOTE: Itulah contoh yang saya berikan mengenai soal essay tentang SURAT KUASA dan SURAT GUGATAN, sisasnya tinggal anda modifikasi sendiri, yang jelas jangan sampai poin penting yang sudah saya uraikan diatasa ketinggalan saat anda membuat salah satunya.  
Bila ada yang ingin Download E-Book Kisi-Kisi Soal Ujian Profesi Advokat Bisa DOWNLOAD DISINI

Posting Komentar

© IMAGINATOR ID. All rights reserved. Developed by Jago Desain