PENGARUH PENERAPAN RELATIONSHIP MARKETING DAN EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP MINAT BELI ULANG PADA TOKO RITEL INDOMARET DI KOTA MAKASSAR


ABSTRAK 

Nama  : Haris Yunita
Nim    : 10600113080
Judul  : Pengaruh Penerapan Relationship Marketing dan Experiential Marketing  Lterhadap Minat Beli Ulang pada Toko Ritel Indomaret di Kota Makassar

Berkembangnya suatu konsep budaya belanja baik dikalangan menengah maupun kalangan atas ini semakin memperkuat berkembangnya industri ritel di Indonesia termasuk Indomaret. Dengan banyaknya pesaing di industri ini perusahaan harus memiliki strategi yang tepat sesuai kondisi perusahaan dan iklim bisnis yang dihadapi untuk dapat menarik minat beli ulang konsumen. Salah satu implementasi strategi yang dapat digunakan yaitu relationship marketing dan experiential marketing.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Pengaruh relationship marketing dan experiential marketing terhadap minat beli ulang pada Toko Ritel Indomaret di Kota Makassar. 2) Pengaruh relationship marketing terhadap Minat Beli Ulang pada Toko Ritel Indomaret di Kota Makassar, 3)  Pengaruh experiential marketing terhadap minat beli ulang pada Toko Ritel Indomaret di Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Objek penelitian ini adalah Toko Ritel Indomaret di Kota Makassar. Jumlah sampel sebanyak 100 orang dengan menggunakan teknik non- probability sampling dengan metode insidental sampling. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, koefisien korelasi (r), koefisien determinasi (R²) dan uji hipotesis dengan menggunakan program SPSS versi 24.0.
Hasil dari penelitian ini diketahui, nilai t-hitung X1 (3,562) dan X2 (6,029)
> t-tabel, artinya kedua variabel X berpengaruh terhadap minat beli ulang. Nilai F hitung sebesar 62,762 > f-tabel, artinya variabel relationship marketing dan experiential marketing berpengaruh secara simultan terhadap minat beli ulang. Dari hasil penelitian ini juga diperoleh nilai R square sebesar 0,564. Hal ini berarti bahwa 56,4% variabel minat beli ulang dapat dijelaskan oleh variabel relationship marketing dan experiential marketing, sedangkan sisanya yaitu 43,6% diterangkan oleh variabel lain yang tidak diajukan dalam penelitian ini. Adapun variabel yang paling dominan berpengaruh yaitu variabel experiential marketing dengan nilai t-hitung sebesar 6,029.
Pada penelitian ini juga menunjukkan Indomaret kurang memberikan saran-saran yang membantu kepada konsumen, tidak membuat konsumen merasa berkewajiban untuk membagikan informasi tentang produk/layanan Indomaret, dan konsumen kurang berminat untuk mencari Informasi mengenai Indomaret sehingga mempengaruhi minat beli ulang konsumen.

Kata kunci: Relationship Marketing, Experiential Marketing, Minat Beli Ulang.

Posting Komentar

© IMAGINATOR ID. All rights reserved. Developed by Jago Desain